4 Tahun Jokowi-JK, 9,38 Juta Lapangan Kerja Tercipta

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 08 November 2018 - 22:52 WIB
4 Tahun Jokowi-JK, 9,38 Juta Lapangan Kerja Tercipta

Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Dalam empat tahun terakhir kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah mengklaim telah menciptakan 9,38 juta lapangan kerja. Angka tersebut hampir mendekati target 10 juta lapangan kerja hingga 2019.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kesempatan kerja mencapai 1,99 persen. Penciptaan lapangan kerja pada 2016 3,59 juta, 2017 2,61 juta, dan 2018 2,99 juta.

BACA JUGA:

Mendikbud Ungkap Penyebab Banyak Lulusan SMK Jadi Pengangguran

Tren Pengangguran Terus Turun di Era Jokowi-JK

Menurutnya, jumlah lapangan kerja Indonesia pada tahun ini telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

"Target Nawa Cita, kesempatan kerja dan RPJMN optimis bisa tercapai di 2019. Selisihnya tinggal 600 ribu. 2019 dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen kita harapkan lebih 2 juta lapangan kerja yang bisa menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia melanjutkan, penciptaan kesempatan kerja paling rendah terjadi pada 2015 yaitu hanya 190 ribu. Hal ini dikarenakan adanya pelemahan dolar AS yang serta-merta memukul impor bahan baku dan berpengaruh pada terpukulnya sektor industri. Kemudian adanya pengurangan jumlah pekerja yang cukup besar pada sektor pertanian karena beralih ke sektor jasa.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2018 mencatat jumlah pengangguran juga turun sebanyak 40 ribu orang. Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,34 persen.

Berdasarkan wilayah, pengangguran terendah pada 2018 adalah Provinsi Bali 1,37 persen, Nusa Tenggara Timur 3,01 persen, dan Sulawesi Barat 3,16 persen. Sementara pengangguran tertinggi pada 2018 adalah Banten 8,52 persen, Jawa Barat 8,17 persen, dan Maluku 7,27 persen.

"TPT bervariasi antara daerah, Bali, Sulawesi Barat uang tinggi ada dua, yaitu Jawa Barat dan Banten. Indonesia Timur, Maluku. Cukup jauh di atas 5,3 persen tumbuhnya," ucapnya.

Jika pertumbuhan ekonomi mencapai target RKP 2019 sebesar 5,2-5,6 persen, maka TPT dapat diturunkan menjadi 4,8-5,2 persen pada 2019. Penurunan ini dapat dicapai dengan penciptaan 2,6-2,9 lapangan kerja.


Editor : Rahmat Fiansyah