4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, 8,7 Juta Tenaga Kerja Terserap
JAKARTA, iNews.id - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sejak 2014 hingga kini berhasil menyerap 8,7 juta tenaga kerja. Sementara itu, target penyerapan kerja dalam lima tahun pemerintahan mencapai 10 juta tenaga kerja.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, dengan capaian tersebut membuat angka pengangguran menurun dari 5,94 persen di awal pemerintahan menjadi 5,13 persen di 2018. Oleh karenanya, pemerintah berusaha mencapai target hingga akhir pemerintahan di 2019.
"Angka pengangguran menurun dibarengi dengan terbukanya kesempatan kerja. Kami berharap sampai akhir pemerintahan nanti akan dipastikan semua terlampaui," ujarnya dalam konferensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Jokowi-JK di Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).
Kemudian, pada era pemerintahan ini untuk pertama kalinya angka kemiskinan berada pada level satu digit yaitu di level 9,72 persen. Padahal pada 2014 angka kemiskinan masih di level 10,96 persen.
"Penurunan dibarengi penurunan ketimpangan pendapatan atau gini ratio 0,38 di 2018 dari 0,41 pada 2014," kata dia.
Menurunnya angka kemiskinan juga dibarengi oleh terkendalinya harga-harga komoditas di mana tingkat inflasi semakin rendah. Pada 2014 inflasi berada di level 8,3 persen kini berhasil ditekan menjadi 2,88 persen di September 2018.
"Stabilitas harga menjaga daya beli masyarakat dan memberi ruang gerak dunia usaha," ucapnya.
Dengan capaian-capaian tersebut membuat pertumbuhan ekonomi stabil meski dihantam ketidakpastian global. Meski masih di kisaran 5 persen namun tren pertumbuhan ekonomi terus menanjak dari 5,02 persen di 2014 kini menjadi 5,17 persen di semester I 2018.
Sebelumnya, ekonomi Indonesia dinilai terus tumbuh positif di tengah ketidakstabilan perekonomian global. Selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK pertumbuhan ekonomi berada di level 5,02 persen pada 2014 naik menjadi 5,17 persen 2018.
“Padahal, ada sejumlah negara yang pertumbuhan ekonominya negatif,” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding di Jakarta, Minggu (21/10/2018).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap tumbuh positif menunjukkan kesungguhan pemerintahan Jokowi-JK di bidang ekonomi dan sesuai dengan tahapan dalam Nawacita. Selain itu, menurunnya kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat yang ditandai dengan indeks rasio gini menjadi lebih merata sehingga lebih baik.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi ini tidak lepas dari langkah pemerintah yang menjalankan program sesuai dengan Nawacita yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah serta rencana kerja pemerintah (RPJM dan RKP).
Editor: Ranto Rajagukguk