Airlangga: Masyarakat yang Tidak Mudik adalah Pahlawan Penanganan Pandemi

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 14 Mei 2021 - 10:58:00 WIB
 Airlangga: Masyarakat yang Tidak Mudik adalah Pahlawan Penanganan Pandemi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berfoto bersama istrinya, Yanti Isfandiary, seusai mengikuti sholat Idul Fitri di rumahnya, Kamis (13/5/2021).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan masyarakat yang mentaati larangan mudik adalah pahlawan penanganan pandemi Covid-19

Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), mengapresiasi masyarakat yang telah menaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.

"Terima kasih kepada masyarakat yang telah menahan diri untuk tidak mudik, meskipun keinginan itu sangat besar. Anda semua adalah pahlawan dalam memerangi Covid-19 saat ini,” tutur Airlangga, dalam siaran pers yang diterima iNews.id, Jumat (14/5/2021).

Menurut dia, Indonesia dan sebagian besar negara di dunia masih memerangi dampak pandemi Covid-19, dan harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. 

Hal inilah yang membuat pemerintah harus mengeluarkan larangan mudik, sehingga masyarakat tak bisa pulang kampung untuk berlebaran bersama keluarga. 

"Masyarakat yang mampu menahan diri untuk tidak mudik telah berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 dan menyelamatkan banyak orang," ujar Airlangga. 

Terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19, Menko Perekonomian RI itu, juga melaksanakan sholat Idul Fitri di halaman rumahnya. Pesertanya pun terbatas, hanya lingkungan keluarga terdekat. Hal yang sama juga  dilakukan oleh banyak pejabat negara di Indonesia. 

“Saya ucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Semoga kondisi kesehatan masyarakat  selalu terjaga,” kata Airlangga. 

Dia juga berharap kenaikan kasus positif Covid-19 pasca-Lebaran tahun lalu tidak terulang pada momen lebaran kali ini. Airlangga mengingatkan, libur Idul Fitri pada 22-25 Mei tahun 2020, telah membuat kenaikan kasus cukup besar pada rentang dua pekan setelahnya. 

Pada awal hingga akhir Juni 2020, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, telah terjadi peningkatan kasus sekitar 70 persen hingga 90 persen dari sebelumnya, setelah libur Lebaran.

“Saat itu, sebelum libur Lebaran, kasus harian hanya di angka 600, kemudian naik di atas seribu setiap harinya. Kenaikan kasus ini menunjukkan positivity rate saat itu di angka 12 persen,” ujar Airlangga. 

Airlangga menegaskan Satgas Penanganan Covid-19 tidak ingin kenaikan kasus pasca libur Lebaran kembali meningkat seperti tahun lalu. Alasan ini membuat tahun 2021 pemerintah lebih tegas untuk melarang masyarakat mudik Lebaran. 

Ia meminta masyarakat memanfaatkan saluran telekomunikasi untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga di rumah, secara online. Apalagi, keputusan tidak mudik bisa menyelamatkan anggota keluarga di kampung halaman.

“Kita semua juga terus berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Agar ekonomi lekas pulih dan masyarakat berlebaran dengan normal tahun-tahun berikutnya,” ujarnya. 

Airlangga menegaskan, pemerintah selama ini telah menggulirkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat pemulihan sektor kesehatan dan perekonomian nasional. Ia berharap, kebijakan pemerintah untuk pemulihan kesehatan serta mengerek kembali ekonomi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Editor : Jeanny Aipassa