Aprindo Sebut Ada Perusahaan yang Menimbun Gula
JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengeluhkan stok gula yang semakin langka. Asosiasi menuding adanya perusahaan yang menimbun gula.
Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey mengaku anggotanya kesulitan memperoleh gula untuk dijual kepada konsumen. Saat ini, pengusaha ritel hanya berharap pada gula impor.
"Mencari gula sekarang langka di anggota kami. Padahal gula dalam perjalanan impor," ujar Roy dalam video conference, Senin (23/3/2020).
Dia menyebut, ada pabrik gula di Lampung yang memiliki stok cukup banyak, namun memilih menahan distribusinya. Hal ini membuat harga gula di provinsi itu juga melonjak di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kg.
"Ada pabrik gula yang menahan, yang bersifat kartel, dan mereka seperti di Lampung ada empat perusahaan gula, tetapi di Lampung sendiri harga gula d iatas HET, apalagi tentunya ketika harus dibawa ke Jakarta atau luar Jawa," kata dia.
Dengan kondisi tersebut, Roy mengaku dilema. Pengusaha ritel tidak ingin menaikkan harga namun harga dari tingkat produksi sudah mahal.
"Karena satu sisi kita ingin hadir apalagi saat bencana adalah makanan dan minuman untuk mereka bisa memenuhi kebutuhan konsumsi pangan," ucap Roy.
Editor: Rahmat Fiansyah