Bagikan Modal Kerja Rp2,4 Juta di Kalteng, Jokowi Dengarkan Keluhan Pedagang

Dita Angga ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 20:04 WIB
Bagikan Modal Kerja Rp2,4 Juta di Kalteng, Jokowi Dengarkan Keluhan Pedagang

Presiden Jokowi sempat berdialog dengan pedagang yang mendapatkan BMK senilai Rp2,4 juta. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya di Kalimantan Tengah (Kalteng) membagikan bantuan modal kerja (BMK) kepada pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Presiden Jokowi sempat berdialog dengan pedagang yang mendapatkan BMK senilai Rp2,4 juta.

Salah satunya adalah pedagang makanan di Kabupaten Pulang Pisau bernama Mukayah. Mukayah mengaku omzetnya menurun sejak adanya pandemi covid-19. Di mana sebelum covid omzetnya bisa mencapai Rp800 ribu hingga Rp900 ribu. “Kalau sekarang paling dapat Rp300 (ribu) sama modalnya,” kata Mukayah, Kamis (8/10/2020).

Menanggapi hal tersebut Jokowi mengatakan harus tetap disyukuri. Banyak pengusaha lain yang harus menutup usahanya karena pandemi Covid-19.

“Tapi itu harus tetap disyukuri ya. Karena omzetnya masih Rp300. Ada yang sudah tutup. Banyak yang sudah tutup. Masih Rp300 ribu masih separuh masih bagus. Harus disyukuri alhamdulillah,” ujarnya.

Dia ingin para pengusaha mikro, kecil dan menengah tetap bertahan meskipun omzet menurun. Menurutnya, jika tidak bertahan akan sulit memulai usaha kembali jika kondisi sudah kembali normal.

“Sebab itu memang harus bertahan betul. Jangan sampai, tapi saya senang tadi omzetnya masih separuh meskipun turun masih bisa bertahan. Yang kita inginkan itu. Jangan sampai ada usaha Bapak Ibu semua tutup. Sehingga waktu keadaan normal itu memulainya sulit. Kalau sudah tutup itu sulit. Jadi bertahan terus sampai keadaan normal,” ungkapnya

Pada kesempatan itu Jokowi juga menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini memang  tidak mudah. Hal ini dialami tidak hanya Indonesia tapi juga negara-negara lain.

“Sebab itu saya minta kita semuanya tetap semangat kerja. Jangan sampai kendor, jangan sampai menyerah, jangan sampai usaha kita tutup. Ndak. Semuanya harus bekerjanya lebih giat lagi, lebih keras lagi. Bertahan sampai nanti keadaan menjadi normal kembali,” ujarnya

Editor : Dani Dahwilani