Bahlil Lahadalia Siapkan 3 Skenario Kejar Target Realisasi Investasi 2020

Muhammad Aulia ยท Senin, 23 Maret 2020 - 13:34 WIB
Bahlil Lahadalia Siapkan 3 Skenario Kejar Target Realisasi Investasi 2020

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengakui penyebaran virus korona berpengaruh terhadap kecepatan realisasi investasi di Indonesia. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui penyebaran virus korona berpengaruh terhadap kecepatan realisasi investasi di Indonesia. Bahlil menyebutkan virus korona cukup memperlambat realisasi investasi di Indonesia.

“Cuma yang speed-nya harusnya 100 persen, speed-nya menjadi 50-60 persen sembari menunggu,” ujar Bahlil dalam sesi video conference, Senin (23/3/2020).

Atas dasar tersebut, tak dapat dimungkiri virus korona juga akan berpengaruh terhadap realisasi investasi tahun 2020. Untuk itu, Bahlil mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan tiga skenario simulasi mengenai realisasi investasi di Indonesia.

“Saya membuat simulasi ada tiga. Ada target optimis, moderat dan pesimis,” kata Bahlil.

Bahlil menegaskan skenario simulasi yang pihaknya susun sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Namun demikian, Bahli enggan untuk memaparkan lebih detail mengenai ketiga skenario tersebut.

“Akan saya umumkan nanti saat akhir bulan ini. Bocoran tiga simulasi itu sudah kita laporkan ke Presiden,” ucap Bahlil.

Bahlil juga menyatakan hingga saat ini belum ada wacana dari BKPM untuk menurunkan target realisasi investasi tahun 2020. Bahlil mengungkapkan saat ini BKPM tetap beracuan pada target realisasi investasi yang dicanangkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) senilai Rp886 triliun.

Bahlil turut menekankan BKPM akan terus memberikan pelayanan prima dalam mengurus arus investasi di Indonesia untuk dapat meningkatkan pendapatan negara hingga menciptakan lapangan kerja yang luas. Bahlil optimistis virus korona tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja BKPM.

“Optimis yang terukur. BKPM punya strategi, punya langkah konstruktif untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha,” tutur Bahlil.

Editor : Ranto Rajagukguk