Balas AS, China Akan Blacklist Perusahaan Asing yang Ancam Keamanan Nasional

Djairan ยท Sabtu, 19 September 2020 - 22:40 WIB
Balas AS, China Akan Blacklist Perusahaan Asing yang Ancam Keamanan Nasional

China mengeluarkan aturan yang akan melarang entitas asing masuk, dengan menargetkan perusahaan dan individu yang dinilai membahayakan kedaualatan dan kemanan. (Foto: Shutterstock)

BEIJING, iNews.id - Kementerian Perdagangan China mengeluarkan aturan yang akan melarang entitas asing masuk, dengan menargetkan perusahaan dan individu yang dinilai membahayakan kedaulatan dan keamanan nasional. Hal ini menjadi bagian dari ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) yang semakin memanas.

Sebelumnya, China telah berjanji akan membuat daftar perusahaan asing yang dijatuhi hukuman karena dianggap berbahaya bagi kepentingan China. Janji itu terlontar setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tambahan pada barang-barang China.

Meskipun daftar entitas tersebut belum dipublikasikan, pada Mei lalu surat kabar yang dikelola negara Global Times melaporkan kebijakan tersebut akan menargetkan perusahaan AS seperti Apple, Cisco Systems, Qualcomm serta akan menangguhkan pembelian pesawat dari Boeing.

“Daftar yang kami siapkan ini akan membantu menjaga kedaulatan nasional, kepentingan keamanan dan pembangunan, memelihara tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang adil dan bebas, serta melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan China, organisasi atau individu lain," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, dikutip dari Reuters pada Sabtu (19/9/2020).

Pihak kementerian mengatakan, daftar yang tengah disiapkan pemerintah China akan menargetkan perusahaan asing dan individu yang melanggar transaksi pasar modal di China, mengganggu kesepakatan dengan perusahaan China atau mengambil tindakan diskriminatif terhadap perusahaan China.

China akan melarang perusahaan asing yang masuk dalam daftar entitas untuk terlibat dalam impor, ekspor dan investasi. Pihak berwenang akan segera membentuk kantor baru dan mekanisme kerja khusus untuk menjalankan skema balasan tersebut. Namun, perusahaan asing dapat dikeluarkan dari daftar itu jika mereka mampu memperbaiki kinerja dan menghentikan tindakan yang membahayakan keamanan China.

Upaya China kali ini semakin diperkuat dengan langkah AS pada Jumat yang memutuskan akan memblokir TikTok dan WeChat mulai Minggu (20/9/2020). Sebuah kebijakan yang akan melarang orang Amerika untuk mengunduh platform milik China dan melarang perusahaan melakukan transaksi, karena kekhawatiran akan ancaman keamanan nasional AS.  

Editor : Ranto Rajagukguk