Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tarif Listrik Tak Naik, Bahlil: Masih seperti yang Lama
Advertisement . Scroll to see content

Bangun Pabrik Baterai, Ketidaksiapan Industri Hilir Nikel Jadi Pertimbangan Investor

Kamis, 18 Februari 2021 - 17:22:00 WIB
Bangun Pabrik Baterai, Ketidaksiapan Industri Hilir Nikel Jadi Pertimbangan Investor
Baterai mobil listrik. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia berambisi besar dalam mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik pada 2025. Sebagai negara dengan cadangan nikel terbanyak, hal tersebut menjadi peluang yang harus dimanfaatkan.

Namun di sisi lain, industri hilir nikel dalam negeri belum siap memanfaatkan potensi tersebut. Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Cirrus) Budi Santoso mengatakan, pengembangan kendaraan listrik memang berkaitan erat dengan industri nikel. Nikel merupakan komponen logam yang dominan dalam baterai listrik khususnya katoda.

Menurut dia, investor pun akan mempertimbang apabila industri hilir nikel tidak siap. "Saya kira sangat berpengaruh. karena investor akan melihat itu. Satu hal yang menjadi concern adalah momen baterai listrik ini harus bisa mereka dapatkan," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Kamis (18/2/2021).

Dia melanjutkan, meski Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar namun tidak bisa mengontrol apa yang diputuskan oleh investor. Di sisi lain, perkembangan teknologi baterai listrik sangat dinamis. Bahkan, ada penelitian baru yang tidak berbasis nikel.

"China pun sudah melakukan penelitian baterai listrik yang tidak berbasis riset, sehingga jika momen ini tidak bisa kita ambil, bisa lewat. Jadi memiliki cadangan besar tidak berarti kita bisa mengontrol kalau dinamika tidak bisa kita ikuti," tuturnya.

Menurut dia, tantangan lainnya adalah perizinan dimana tidak hanya menghabiskan waktu tetapi juga biaya yang begitu besar. "Jadi ketidaksiapan ini menurut saya harus diantisipasi pemerintah. Yang tidak kalah penting adalah masalah perizinan yang akan memakan waktu dan biaya. Ini yang menurut saya capex bisa lebih besar," ucapnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut