Tempat Penyimpanan Baterai EV Rentan Kebakaran, Tak Sembarangan Ruangan Dilapisi Cat Khusus
JAKARTA, iNews.id - Tempat penyimpanan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) memiliki potensi risiko kebakaran tinggi apabila tidak dikelola dengan sistem keamanan yang memadai. Risiko tersebut muncul karena baterai lithium-ion yang digunakan pada kendaraan listrik dapat mengalami thermal runaway, yaitu kondisi ketika suhu baterai meningkat secara tidak terkendali hingga memicu percikan api atau ledakan.
Sebab itu, fasilitas penyimpanan baterai EV perlu dilengkapi dengan sistem keselamatan yang ketat, mulai dari pengaturan suhu ruangan, ventilasi yang baik, hingga sistem deteksi dini kebakaran. Selain itu, langkah pencegahan juga dapat dilakukan dengan menggunakan material pelindung khusus di area penyimpanan, salah satunya melalui pengaplikasian cat anti kebakaran (fire retardant coating) pada dinding dan struktur ruangan.
Lapisan tersebut mampu memperlambat penyebaran api serta melindungi struktur bangunan dari suhu ekstrem saat terjadi kebakaran. Kombinasi teknologi perlindungan tersebut, risiko kebakaran di fasilitas penyimpanan baterai EV dapat diminimalkan sehingga operasional tetap aman dan terkendali.
Menyikapi potensi risiko tersebut, PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) mengembangkan teknologi mitigasi kebakaran bagi fasilitas industri berisiko tinggi. Mereka mengembangkan Altex Alpha Tech Shield pelapis proteksi kebakaran dengan teknologi Thermafrost. Sistem ini dirancang untuk mengendalikan serta menekan penyebaran api sejak dari sumbernya.
Pelapis tersebut membentuk lapisan pelindung yang mampu mengurangi intensitas nyala api sekaligus memperlambat proses pembakaran. Teknologi ini juga mampu bertahan pada suhu ekstrem hingga 1.600 derajat celsius.
Chief Executive Officer (CEO) PT FAST Willy Hadiwijaya mengatakan sistem mitigasi preventif sangat krusial dalam fasilitas yang menangani baterai lithium-ion.
“Pada fasilitas yang menangani baterai lithium-ion, mitigasi preventif adalah hal yang esensial. Ketika insiden kebakaran terjadi, setiap detik sangat berarti," ujarnya, dalam keterangan pers dilansir Sabtu (7/3/2026).