Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan
Advertisement . Scroll to see content

Bank Dunia: Rupiah Masih Stabil, BI Belum Perlu Naikkan Suku Bunga

Kamis, 12 April 2018 - 21:04:00 WIB
Bank Dunia: Rupiah Masih Stabil, BI Belum Perlu Naikkan Suku Bunga
Bank Dunia menilai Bank Indonesia (BI) belum perlu menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate yang saat ini berada di level 4,25 persen. (Foto: Ilustrasi/Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengatakan, saat ini The Fed berpotensi melakukan normalisasi kebijakan moneter lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya.

Bila itu terjadi, kata dia, maka risiko yang dihadapi negara-negara berkembang semakin tinggi. Untuk itu, diharapkan stabilitas ekonomi makro tetap terjaga untuk mencegah dana asing keluar lebih cepat. Sudhir juga menyarankan otoritas moneter mempertimbangkan opsi untuk menaikkan suku bunga.

"Negara-negara kawasan perlu mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter dan melanjutkan penguatan peraturan makroprudensial," katanya.

Menurut Sudhir, risiko terbesar dari kebijakan The Fed akan menimpa negara-negara yang memiliki tingkat utang yang tinggi atau memiliki pertumbuhan kredit yang cepat. Kenaikan suku bunga dinilainya juga bisa menjadi obat untuk menghadapi risiko jangka pendek.

Namun dalam jangka panjang, Sudhir mendorong negara-negara berkembang untuk meningkatkan investasi, baik investasi pemerintah maupun swasta. Selain itu, produktivitas dan sumber daya manusia juga menjadi hal yang tetap harus menjadi perhatian pemerintah.

Selain normalisasi kebijakan moneter, Sudhir juga menyoroti prospek perang dagang antara AS dan China. Untuk itu, dia menyarankan Indonesia untuk segera mempercepat kerangka kerja sama perdagangan multilateral seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN, Kerja sama Trans Pasifik, dan Belt & Road Initiative dengan China

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut