Bank Dunia Sebut Kenaikan Suku Bunga Global Bisa Picu Resesi 2023
WASHINGTON DC, iNews.id - Bank Dunia menyebut, kenaikan suku bunga oleh bank sentral di seluruh dunia dapat memicu resesi global pada 2023. Adapun bank-bank sentral telah meningkatkan suku bunga dengan tingkat sinkronisitas yang tak terlihat selama lima dekade terakhir.
Mengutip BBC, menaikkan suku bunga membuat pinjaman lebih mahal untuk mencoba menurunkan laju kenaikan harga. Namun, itu juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Peringatan dari Bank Dunia datang menjelang pertemuan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS dan Bank of England yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga utama minggu depan. Pada hari Kamis, Bank Dunia menyebut, ekonomi global berada dalam perlambatan paling tajam menyusul pemulihan pascaresesi sejak 1970.
"Dalam keadaan seperti itu, bahkan pukulan moderat terhadap ekonomi global selama tahun depan dapat mendorongnya ke dalam resesi," ujar Bank Dunia dalam keterangannya dikutip, Minggu (18/9/2022).
Siapa Sosok di Balik Mie Gacoan? Jaringan Restoran Mi Pedas Nomor 1 di Indonesia
Dalam menghadapi risiko resesi, Bank Dunia meminta bank sentral untuk mengoordinasikan tindakan mereka dan mengkomunikasikan keputusan kebijakan dengan jelas untuk mengurangi tingkat pengetatan yang diperlukan.
Kisah Sukses Alexander Tedja, Raja Properti dan Mal di Surabaya
Adapun inflasi mencapai level tertinggi dalam 40 tahun di Amerika Serikat dan Inggris dalam beberapa bulan ini. Hal ini didorong oleh permintaan yang lebih tinggi karena pembatasan pandemi mereda, serta perang di Ukraina yang mendorong harga energi, bahan bakar, dan pangan.
Sebagai tanggapan, pembuat kebijakan bank sentral telah menaikkan suku bunga untuk mendinginkan permintaan dari rumah tangga dan bisnis. Namun, kenaikan suku bunga yang besar meningkatkan risiko resesi karena dapat menyebabkan ekonomi melambat.
Hadapi Resesi Global di 2023, Erick Thohir: Konsolidasi Dalam Negeri Harus Diperkuat
Editor: Aditya Pratama