Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Kuat: Kondisinya Beda dengan Krisis 98
Advertisement . Scroll to see content

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:44:00 WIB
Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah turun 13,5 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.667 per dolar AS pada akhir perdagangan, Kamis (21/5/2026). (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan, Kamis (21/5/2026). mata uang garuda turun 13,5 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.667 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen pelemahan datang dari global yaitu Presiden AS Donald Trump mengatakan perang Iran berada di tahap akhir, setelah sebelumnya mengatakan pembicaraan berjalan dengan baik beberapa waktu lalu. 

Namun, Trump juga memperingatkan bahwa ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan akan memicu lebih banyak aksi militer AS terhadap Iran, sehingga membatasi optimisme pasar secara luas.

Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sehingga harga minyak relatif tetap tinggi meskipun terjadi penurunan tajam awal pekan ini,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Iran memperingatkan terhadap serangan lebih lanjut dan mengumumkan langkah-langkah untuk memperkuat kendalinya atas jalur air penting Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut pengiriman minyak dan gas alam cair setara dengan sekitar 20 persen konsumsi global tetapi sebagian besar telah ditutup. Pada hari Rabu, Iran mengumumkan "Otoritas Selat Teluk Persia" yang baru, dengan mengatakan akan ada zona maritim terkontrol di Selat Hormuz.

Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel yang memulai perang pada 28 Februari. Sebagian besar pertempuran telah berhenti sejak gencatan senjata April, tetapi sementara Iran membatasi lalu lintas melalui Hormuz, AS telah memblokade garis pantainya. 

Kehilangan pasokan dari wilayah Timur Tengah yang penting karena perang telah memaksa negara-negara untuk menarik persediaan komersial dan strategis mereka dengan cepat, menimbulkan kekhawatiran tentang penipisan persediaan tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut