Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Sepekan Anjlok ke Rp16.819 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Bank Indonesia Diprediksi Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Pertimbangannya

Kamis, 16 Juli 2020 - 11:21:00 WIB
Bank Indonesia Diprediksi Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Pertimbangannya
Bank Indonesia (BI) diprediksi memangkas suku bunga acuan alias BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,0 persen. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) diprediksi memangkas suku bunga acuan alias BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,0 persen. Hal ini karena pertimbangan beberapa indikator makro ekonomi. 

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, pertimbangan pertama, tekanan inflasi yang cenderung rendah. Inflasi dari sisi permintaan yang cenderung rendah mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat yang menurun tajam.

Tekanan inflasi yang rendah tersebut terindikasi dari inflasi per Juni yang tercatat di bawah 2 persen. “Data-data lainnya yang turut mendukung lemahnya konsumsi rumah tangga adalah penurunan tajam dari indeks kepercayaan konsumen, penjualan eceran, nilai tukar petani, penjualan otomotif yang mengindikasikan konsumsi masyarakat berpotensi mengalami kontraksi,” kata Josua di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Selanjutnya, perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek yang cenderung stabil. Hal ini ditunjukkan dengan volatilitas nilai tukar rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang merosot menjadi 11,3 persen sepanjang Juli dari Juni  yang yang tercatat di kisaran 12-13 persen.

"Penurunan volatilitas rupiah tersebut sejalan dengan penurunan volatilitas di pasar keuangan global," katanya.

Selain itu, Josua melanjutkan, defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuarta II 2020 akan tetap rendah. Bahkan, akan lebih rendah dibandingkan CAD pada kuartal I 20 yang tercatat minus 1,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut terindikasi dari surplus neraca perdagangan pada 2Q20 yang tercatat surplus 2,91 miliar dolar AS, meningkat dari kuartal sebelumnya yang tercatat surplus 2,59 miliar dolar AS," tuturnya.

Dia menuturkan, ekspektasi kembali menurunnya defisit transaksi berjalan pada kuartal II 20 mengindikasikan aktivitas investasi serta permintaan domestik yang lemah sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi yang signifikan pada 2020.

"Suku bunga instrumen BI yakni Reverse Repo SUN dalam 1-2 minggu terakhir ini menunjukkan penurunan yang pada umumnya mengindikasikan penurunan suku bunga acuan BI," ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut