Rupiah Tertekan, BI Batasi Pembelian USD jadi 25.000 Dolar AS per Orang
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo buka suara terkait nilai tukar rupiah yang anjlok menembus Rp17.400 per dolar AS. Pihaknya pun menyiapkan strategi penguatan rupiah, salah satunya membatasi pembelian dolar AS.
Menurut Perry, ada tujuh langkah yang disiapkan. Pertama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun luar negeri untuk menstabilkan rupiah.
"Cadangan devisa kami lebih, jadi cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu," ucap dia di kompleks Istana, dikutip Rabu (6/5/2026).
Langkah kedua dan ketiga difokuskan pada penguatan arus modal dan koordinasi fiskal-moneter. Bank Indonesia, kata Perry, mendorong peningkatan inflow melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menutup outflow dari Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, serta terus melakukan pembelian SBN di pasar sekunder.
Rupiah Tembus Rp17.409 per Dolar AS
"Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp123,1 triliun. Kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan masalah buyback dan segala macam. Koordinasi sangat erat antara fiskal dan moneter," ungkapnya.