Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hore! Pemerintah Gelontorkan Rp911,16 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik Lebaran 2026
Advertisement . Scroll to see content

Bank Indonesia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 5,0-5,4 Persen

Kamis, 20 Februari 2020 - 16:10:00 WIB
Bank Indonesia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 5,0-5,4 Persen
Bank Indonesia (BI) merevisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi lebih rendah yaitu di kisaran 5,0-5,4 persen dari sebelumnya 5,1-5,5 persen. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) merevisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi lebih rendah yaitu di kisaran 5,0-5,4 persen dari sebelumnya 5,1-5,5 persen. Hal ini seiring dampak wabah virus korona yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia.

"Revisi perkiraan ini terutama karena pengaruh jangka pendek tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia pasca meluasnya Covid-19," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (20/2020).

Menurut dia, virus korona tersebut dapat mempengaruhi kondisi perekonomian nasional melalui tiga sektor yaitu pariwisata, perdagangan dan investasi. Dalam menghadapi kondisi ini, Perry memastikan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat sumber, struktur dan kecepatan pertumbuhan ekonomi.

"Termasuk mendorong investasi melalui proyek infrastruktur dan implementasi RUU Cipta Kerja dan Perpajakan," katanya.

Melalui sejumlah pembenahan tersebut, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan kembali meningkat di kisaran 5,2 persen-5,6 persen. Dalam kesempatan yang sama, BI menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode 19-20 Februari 2020.

BI juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility dan lending facility sebesar 25 basis poin masing-masing menjadi 4 persen dan 5,5 persen. Penurunan ini merupakan yang pertama kali setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan sebesar lima persen selama empat bulan berturut-turut atau sejak Oktober 2019.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut