BBM Tidak Turun, Pengamat Ungkap Masyarakat Rugi Rp13,75 triliun
JAKARTA, iNews.id - Pengamat ekonomi energi Marwan Batubara mengungkapkan kerugian masyarakat akibat Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak turun di tengah anjloknya minyak global mencapai Rp13,75 triliun. Bagaimana hitungannya?
“Harga BBM itu seharusnya merujuk pada indikator pembentukan, yaitu berupa harga minyak mentah dan kurs rupiah. Sedangkan kedua indikator itu nilainya menurun dalam beberapa bulan terakhir,” kata Marwan, dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (22/5/2020).
Dia berencana menyiapkan gugatan kepada pemerintah atas kerugian yang dialami masyarakat. Marwan sebelumnya sempat menjelaskan harga BBM harus berubah karena perubahan harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS. Formula BBM merujuk harga BBM di Singapore (Mean of Platts Singapore, MOPS) atau Argus periode tanggal 25 pada 2 bulan sebelumnya, sampai tanggal 24 satu bulan sebelumnya, untuk penetapan bulan berjalan.
Misalnya, sesuai Kepmen ESDM No.62K/2020, formula harga jenis Bensin di bawah RON 95, Bensin RON 98, dan Minyak Solar CN 51, adalah MOPS atau Argus + Rp 1800/liter + Margin (10 persen dari harga dasar).
Video Penjualan BBM Pertamina di Jakarta Turun 50 Persen
Sebagai contoh, dengan formula di atas, sesuai MOPS rata-rata 25 Februari sampai dengan 24 Maret 2020 dan kurs 15.300 dolar AS, maka diperoleh harga BBM yang berlaku 1 April 2020 untuk jenis Pertamax RON 92 sekitar Rp5.500 dan Pertalite RON 90 sekitar Rp 5.250 per liter.