Bebas Polusi, Sistem Transportasi Ibu Kota Baru Akan Berbasis Listrik

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 September 2019 - 15:55 WIB
Bebas Polusi, Sistem Transportasi Ibu Kota Baru Akan Berbasis Listrik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pembangunan sistem transportasi di Ibu Kota baru akan ramah lingkungan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pembangunan sistem transportasi di Ibu Kota baru akan ramah lingkungan. Pasalnya, dengan mengusung konsep kota masa depan, pemerintah akan mengaplikasikan transportasi bertenaga listrik.

"Kita upayakan di sana bebas polusi dan kota baru yang ada di Kaltim (Kalimantan Timur) itu kita harapkan menjadi kota masa depan di mana kalau kita mengaplikasikan transportasi berbasis listrik, kita akan menggunakannya di Kalimantan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Nantinya, sistem transportasi di Penajam Paser, Kalimantan Timur ini akan difokuskan untuk transportasi umum. Pihaknya akan membangun kereta listrik yang terintegrasi dengan transit oriented development (TOD) untuk menghubungkan ke pusat-pusat kota.

"Kami mengoneksikan antara Samarinda ke Balikpapan, dengan satu kereta, LRT. Dari situ, di tengahnya ada kota baru, nah kota baru juga kita rancang semuanya menggunakan listrik," kata dia.

Kereta listrik tersebut juga akan menjadi sarana transportasi masyarakat menuju dua bandara yaitu Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda dan Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan. Namun, kedua bandara ini akan ditingkatkan pelayanannya agar bisa menopang kebutuhan masyarakat di Ibu Kota baru mulai dari menambah runway hingga kapasitas bandara.

Sebelumnya, dia mengatakan Kemenhub berencana membangun bandar udara Kepresidenan yang khusus untuk penerbangan private jet di Penajam Kalimantan Timur. Sementara, untuk penerbangan komersil, Ibu Kota baru akan ditopang oleh dua Bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I tersebut.

"Pak Jokowi sudah merencanakan saya akan memberikan tambahan bandara. Jadi dua untuk bandara yang umum dan satu untuk private jet dan untuk kenegaraan. Jadi kita tidak perlu tambah-tambah," ujarnya kepada iNews.id di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Pembangunan bandara di Penajam ini nantinya akan segera diusulkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pasalnya, lahan untuk pembangunan bandara ini telah tersedia.

"Tanahnya sudah dibangun dan sudah dimenifering yang berpotensi untuk itu dan itu terletak di Penajam. Jadi nanti saya akan usulkan ke Pak Bambang agar bandara ketiga ini bisa untuk private jet untuk tourism," ucapnya.

Selain itu, pembangunan bandara ini nantinya tidak akan dibiayai oleh uang negara sepeserpun. Sebab, pemerintah akan mengundang swasta berinvestasi melalui skema  kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Pendanaannya pakai swasta jadi kita undang swasta, PPP (public private partnership). Jadi kita berikan tanah itu kemudian swasta yang investasi di situ," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk