BI Diprediksi Kembali Pangkas Suku Bunga 25 Bps
Keputusan untuk mendorong pelonggaran moneter juga dipengaruhi oleh sinyal kegiatan domestik yang belum kuat. Josua mencatat bahwa kepercayaan konsumen pada September turun ke titik terendah hampir empat tahun.
"Kombinasi kebutuhan mendorong pemulihan permintaan dengan tetap menjaga kehati-hatian membuat pilihan pemangkasan terukur tampak logis, alih-alih menunggu terlalu lama hingga siklus kredit benar-benar berbalik," ucapnya.
Dari sisi eksternal, Josua melihat stabilitas nilai tukar Rupiah masih terjaga kuat. Dia menunjuk tiga penyangga utama yang mencegah pelemahan Rupiah lebih dalam meskipun terjadi arus keluar portofolio seperti surplus perdagangan bahan baku yang melebar (ekspor sawit dan logam), intervensi BI yang lebih terdiversifikasi (pasar spot dan transaksi lindung nilai) dan faktor revaluasi cadangan devisa.
"Melihat ke kuartal empat, posisi cadangan devisa relatif terjaga karena dukungan penarikan pinjaman dan penerbitan surat utang pemerintah dalam valuta asing. Artinya, meski aliran portofolio masih menantang, sandaran cadangan dapat membatasi pelemahan Rupiah yang berlebihan," tuturnya.
Meski proyeksi cenderung memangkas, Josua menggarisbawahi dua alasan utama BI bisa memilih menahan suku bunga yakni jadwal RDG BI yang berdekatan dengan FOMC meningkatkan ketidakpastian dan risiko sinyal pasar.