Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Thomas Djiwandono Sowan ke Bos BI usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur
Advertisement . Scroll to see content

BI Pangkas Suku Bunga, Ekonom Nilai Akan Gairahkan Sektor Industri

Minggu, 21 Juli 2019 - 21:06:00 WIB
BI Pangkas Suku Bunga, Ekonom Nilai Akan Gairahkan Sektor Industri
BI akhirnya menurunkan suku bunga acuannya setelah sejak November 2018 mempertahankannya di level 6 persen. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuannya setelah sejak November 2018 mempertahankannya di level 6 persen. Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha karena biasanya akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit perbankan.

Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, hal tersebut akan membuat pelaku usaha terutama di sektor riil mendapatkan energinya kembali. Dengan demikian hal ini akan menggeliatkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pada sektor riil sendiri akan baik karena cost refinancing akan turun dan secara umum dunia usaha pasti akan mendapatkan energi," ujarnya kepada iNews.id, Minggu (21/7/2019).

Namun, perbankan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan suku bunga kreditnya. Pasalnya,sebelum suku bunga kredit diubah, perbankan perlu menurunkan suku bunga depositonya yang akan memakan waktu sebulan.

"Kredit biasanya  akan merespons 3-6 bulan. Kalau lihat data historis seperti itu ya mereka butuh waktu," kata dia.

Lamanya penyesuaian ini membuat dampak penurunan suku bunga acuan BI baru akan terasa ke perekonomian untuk jangka panjang. Bahkan BI memperkirakan dampaknya akan lebih besar pada tahun depan.

"Berbeda dengan ketika suku bunga dinaikkan, perbankan sangat cepat menyesuaikan tapi ketika diturunkan mereka butuh waktu," ucapnya.

Langkah BI menurunkan suku bunga untuk memperbaiki sisi suplai, sehingga permintaan kredit tetap terjaga. Oleh karenanya, perbankan harus terus didorong untuk menyalurkan kredit agar ekonomi tetap bergerak.

"Suku bunga kredit bagaimanapun salah satu referensi bagi dunia usaha. Karena sebagian besar dari financing perekonomian berasal dari perbankan," tutur dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut