Biayai Pemindahan Ibu Kota, Separuh Aset Pemerintah di Jakarta Akan Dimonetisasi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 25 September 2019 - 20:56 WIB
Biayai Pemindahan Ibu Kota, Separuh Aset Pemerintah di Jakarta Akan Dimonetisasi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (Foto: Humas Bappenas)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan memonetisasi separuh aset negara di DKI Jakarta untuk membiayai pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Nilai aset pemerintah di Jakarta mencapai Rp1.123 triliun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemanfaatan aset tersebut nantinya akan masuk dalam pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Saat ini menurut hitungan Kemenkeu (Kementerian Keuangan), (aset negara di Jakarta) lebih dari Rp1.123 triliun, jadi paling tidak separuhnya bisa dikerjasamakan dengan swasta," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Separuh aset itu, menurut dia, bisa dikomersialisasi seperti gedung-gedung kementerian dan lembaga serta rumah dinas. Sementara separuh sisanya merupakan fasilitas publik seperti sekolah, terminal, dan rumah sakit.

Hingga saat ini, pemerintah belum memutuskan skema pemanfaatan aset tersebut. Namun, ada dua skema yang menjadi opsi kuat.

"Ada dua skema yang akan kami utamakan yaitu kerjasama pemanfaatan dan BOT atau build, operate, and transfer di mana maksud dari pemanfaatan tersebut akan dijadikan PNBP sehingga kemudian untuk membangun ibukota baru," ucapnya.

Mantan menteri keuangan itu belum bisa memperkirakan potensi pendapatan atas monetisasi aset pemerintah tersebut. Yang jelas, APBN hanya akan menanggung 19,2 persen atau setara Rp89,4 triliun dari keseluruhan biaya pemindahan ibu kota yang mencapai

"54 persen dari KPBU (kerja sama pemerintah badan usaha) dan 26 persen investasi langsung dari BUMN dan swasta," ucapnya.

Dia memastikan, langkah ini merupakan terobosan agar pemindahan ibu kota tidak terlalu membebani keuangan negara.

"Kami tidak akan merebut atau menganggu keuangan lain yang sudah dialokasikan lima tahun ke depan tapi kita akan mencari sumber penerimaan baru yang bisa dipakai untuk pembiayaan ibu kota," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah