BPS: Kenaikan Harga Daging Ayam Picu Inflasi Juni

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 13:33 WIB
BPS: Kenaikan Harga Daging Ayam Picu Inflasi Juni

Kepala BPS Suhariyanto. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Inflasi Juni 2020 tercatat 0,18 persen, naik dibandingkan bulan Mei 0,07 persen. Penyebab utama inflasi ini karena kenaikan harga komoditas sebesar 0,77 persen dengan sumbangannya mencapai 0,13 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, ada beberapa komoditas yang dominan memberikan andil ke inflasi karena kenaikan harga. Dia membeberkan. kenaikan daging ayam ras berandil ke inflasi sebesar 0,4 persen. 

"Jadi kalau kita lihat pergerakan harga daging ayam ras bulan Juni mengalami kenaikan dan kenaikan itu terjadi di 86 kota, kenaikan tertinggi nya terjadi di Gunung Sitoli yaitu, sebesar 41 persen dan di Lhokseumawe mengalami kenaikan harga naik sebesar 37 persen, sehingga paket bulan ini daging ayam ras menjadi penyumbang utama untuk inflasi Juni 2000," ujar Suhariyanto, dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/7/2020). 

Komoditas lainnya yang menyumbangkan inflasi, yaitu telur ayam ras dengan andil sebesar 0,4 persen. Sementara itu, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil pada deflasi bulan Juni 2020. 

Pertama, penurunan harga bawang putih yang memberikan andil ke deflasi sebesar 0,4 persen. Kedua, penurunan harga cabe merah memberikan andil sebesar 0,03 persen.

Selanjutnya, bumbu cabai rawit dan minyak goreng, serta gula pasir masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen. Kemudian, untuk penurunan listrik dan bahan rumah tangga andilnya kepada deflasi sebesar 0,01 persen.

"Penurunan bahan bakar untuk rumah tangga terutama untuk elpiji 12 kilo, di mana ada penurunan harga di sembilan kota itu yang menyebabkan kelompok perumahan air listrik dan rumah tangga memberikan andil kepada deflasi sebesar 0,01 persen. Kelompok pengeluaran untuk makanan minuman dan tembakau ini memberikan andil deflasi sebesar 0,12 persen," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk