Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bulog Gelontorkan 1 Juta Liter Minyakita di Jakarta dan Banten selama Ramadan 2026
Advertisement . Scroll to see content

Buwas Sebut Penjualan Beras di PangananDotCom Capai Rp171 Juta per Hari

Rabu, 04 Maret 2020 - 16:20:00 WIB
Buwas Sebut Penjualan Beras di PangananDotCom Capai Rp171 Juta per Hari
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (kanan) (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) melaporkan adanya peningkatan permintaan produk beras komersilnya. Hal ini terlihat dari meningkatnya animo masyarakat membeli beras komersil Bulog di toko online PangananDotCom.

"Untuk komersial kemarin kan melalui PangananDotCom punyanya Bulog, satu hari kita bisa menjual beras kita itu dengan nilai Rp171 juta per hari," ujar Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020).

Mantan Kepala BNN ini menambahkan, peningkatan di penjualan online Bulog cukup signifikan. Biasanya, penjualan melalui online yang dilakukan Bulog hanya mencapai angka Rp70-80 juta.

"Tapi tiga hari ini berturut turut itu sudah mulai meningkat dari Rp129 juta, yang kemarin Rp171 juta," kata dia.

Namun, Buwas membantah jika kenaikan jumlah pembelian beras dikarenakan penyebaran wabah virus korona (Covid-19) yang telah masuk Indonesia. Hal itu lebih disebabkan karena saat ini Indonesia belum memasuki masa panen.

"Ini kan masa panen belum ada, sehingga kebutuhan masyarakat sekarang di pasaran mulai menipis, beli lah di Bulog," ucap Buwas.

Pensiunan Polri ini menyebut, berdasarkan perkiraan Kementerian Pertanian (Kementan) masa panen raya akan tiba pada akhir April 2020, dan diprediksi Bulog akan menerima 2,8 juta ton beras.

"Ini kalau kita bisa bicara data. Bulog akan menyerap paling tidak dengan kondisi gudang ini kurang lebih di atas 1,4 juta ton. Tapi tadi kita harus segera jg mengeluarkan beras-beras ini dibeberapa tempat sudah mulai mau akan panen. Jadi, ini yang akan kita lakukan nanti, berarti kan kita tidak mungkin impor lagi untuk beras khusus ya," tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut