Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bulog Gelontorkan 1 Juta Liter Minyakita di Jakarta dan Banten selama Ramadan 2026
Advertisement . Scroll to see content

Ekspor Beras ke Arab Saudi Ditunda, Begini Penjelasan Buwas

Kamis, 27 Februari 2020 - 15:49:00 WIB
Ekspor Beras ke Arab Saudi Ditunda, Begini Penjelasan Buwas
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menunda ekspor beras kemasan (sachet) ke Arab Saudi. Pasalnya, proses administrasi pengiriman masih ada yang belum diselesaikan.

Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, mengatakan, seharusnya pengiriman beras kemasan ke Arab Saudi dilakukan hari ini.

"Seyogyanya memang hari ini diberangkatkan ke Arab Saudi. Tapi masih ada administrasi yang belum lengkap sehingga masih harus dilengkapi," ujar Buwas di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (27/02/2020).

Buwas menambahkan, untuk ekspor tahap pertama, Bulog diminta untuk mengirimkan beras kemasan sebesar 10.000 ton. Harga beras akan dikenakan biaya Rp15.000 per kilo gram (kg).

"Untuk tahap pertama kita diminta mengirim 10.000 ton. Dengan harga 15.000 per kg. Bisa dihitung nilainya berapa," kata dia.

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, ekspor beras kemasan tersebut dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat Indonesia yang tinggal di Arab Saudi. Karena, selama ini Warga Negara Indonesia (WNI) sulit mendapatkan beras jenis produksi Indonesia di Arab Saudi.

"Sebenarnya sudah banyak permintaan, bahkan beras sachet itu, produksinya untuk ekspor. Di Arab Saudi mengharapkan beras ini bisa segera dikirim khususnya untuk masyarakat Indonesia yang ada di Arab Saudi itu maunya memang beras Indonesia," ucap Buwas.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut