Cadangan Devisa Turun Jadi 135,2 Miliar Dolar AS, Ini Prediksi Indef

Michelle Natalia ยท Rabu, 07 Oktober 2020 - 11:19:00 WIB
Cadangan Devisa Turun Jadi 135,2 Miliar Dolar AS, Ini Prediksi Indef
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2020 mencapai 135,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: SINDO)

JAKARTA, iNews.id - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2020 mencapai 135,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, cadangan devisa ini belum bisa menopang ekonomi Indonesia saat resesi.

Hal ini masih ditopang oleh penerbitan utang pemerintah. Cara ini tidak bisa diharapkan jadi satu-satunya amunisi untuk menstabilkan perekonomian.

"Ketika minat investor asing menurun karena faktor tekanan eksternal maupun prospek pemulihan domestik yang lambat maka akan terjadi resiko capital outflow," kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/10/2020)

Dia melanjutkan, risiko juga muncul berkaitan dengan momen ketika pemerintah harus menyediakan valuta asing (valas) untuk pembayaran kewajiban cicilan pokok dan bunga utang yang jatuh tempo.

"Artinya cadev saat ini bersifat semu dan berbahaya bagi keberlanjutan stabilitas keuangan dan nilai tukar rupiah," tuturnya.

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Penurunan cadangan devisa pada September 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," bebernya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda