China, Jepang, hingga Eropa Tertarik Investasi di IKN Nusantara, Apa yang Digarap?

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 08 Desember 2022 - 17:35:00 WIB
 China, Jepang, hingga Eropa Tertarik Investasi di IKN Nusantara, Apa yang Digarap?
Ketua Panitia Seleksi JPT Madya Otorita IKN, Bambang Brodjonegoro. (Foto: MPI/Suparjo Ramalan)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah investor asing telah menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dari daftar investor, tiga diantaranya berasal dari China, Jepang, dan Eropa. 

Hal itu, disampaikan Ketua Panitia Seleksi JPT Madya Otorita IKN, Bambang Brodjonegoro, saat ditemui wartawan di Puncak Acara Dies Natalis ke-72 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Djakarta Theater, Rabu (7/12/2022). 

Menurut dia, investor dari 3 negara tersebut telah menyampaikan komitmen investasi kepada pemerintah Indonesia, termasuk sumber daya strategis yang bakal digarap dan dikembangkan di IKN. 

"Jumlah persis saya enggak tahu, tapi ada dari Jepang, China dan beberapa negara Eropa lain, sudah mengatakan atau paling tidak ketertarikan dan melihat apa saja mereka bisa terlibat," ungkap Bambang. 

Dari komitmen investasi, lanjut Bambang, ada beberapa investor yang telah menyepakati kontrak kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Hanya saja dia tidak merinci lebih jauh terkait hal tersebut.

Bambang mengungkapkan, investasi di IKN segera dikerjakan tahun ini. Adapun mayoritas investor yang menyampaikan ketertarikan berinventasi di IKN Nusantara, bergerak di sektor energi, khususnya di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), properti, dan infrastruktur. 

Sektor bisnis tersebut dinilai menjadi sumber daya utama yang harus dibangun di IKN Nusantara. Misalnya, pembangunan infrastruktur dan properti untuk akses jalan dan hunian bagi Menteri, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pihak terkait.

Sementara, pemerintah akan menjadikan IKN sebagai kota percontohan di dunia  yang menerapkan energi terbarukan atau EBT. Sehingga investasi di bidang energi bersih ini tak bisa ditawar-tawar lagi. 

"Energi khususnya renewable, dan kedua properti karena kebutuhan rumah tuh gak bisa ditawar-tawar lagi, sedangkan energi renewable gak bisa ditawar lagi karena kita sudah kota ini haruslah menjadi kota percontohan," ujar Bambang. 

Di luar komitmen investor asing, kata Bambang, peluang investasi juga dibuka untuk swasta lokal,  BUMN, dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) 

"Saya kira banyak sekali, artinya yang tertarik mencari tahu dan ada juga yang inisiatif datang menawarkan idenya ada dari luar, ada dari dalam, ada joint venture luar dalam, Dan biasanya mereka selalu mencoba memberikan solusi," tutur Bambang.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda