Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Batal Serang Iran, Delegasi 2 Negara Dilaporkan Bertemu di Turki Pekan Ini
Advertisement . Scroll to see content

China Pastikan Tak Ingin Perang Dagang dengan AS

Minggu, 04 Maret 2018 - 14:26:00 WIB
China Pastikan Tak Ingin Perang Dagang dengan AS
Ilustrasi (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China tidak menginginkan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), namun akan mempertahankan kepentingannya. Hal ini menyikapi pengumuman rencana tarif impor baja dan alumunium oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump melontarkan pernyataan kontroversial di mana perang dagang dianggap sangat baik dan mudah untuk dimenangkan. Hal itu diucapkannya sehari setelah pengumuman rencana tarif impor 25 persen untuk baja dan 10 persen bagi alumunium.

Ketegangan perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia telah meningkat sejak Trump mulai pemimpin pemerintahan pada 2017. Meski China hanya berkontribusi kecil terhadap impor baja AS, namun ekspansifnya industri di sektor ini membuat harga barang tersebut terus turun.

Perundingan dan pembukaan pasar merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan gesekan perdagangan, Wakil Menteri Luar Negeri China Zhang Yesui mengatakan pada sebuah briefing menjelang sesi parlemen tahunan China, yang dibuka minggu ini.

"China tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat, tapi kita sama sekali tidak akan duduk dan melihat bahwa kepentingan China rusak," kata Zhang, yang merupakan juru bicara parlemen China, Minggu (3/4/2018) dikutip dari Reuters.

"Jika kebijakan dibuat berdasarkan penilaian atau asumsi yang keliru, ini akan merusak hubungan bilateral dan menimbulkan konsekuensi yang tidak ingin dilihat oleh kedua negara," katanya.

Trump percaya tarif akan melindungi para pekerja AS. Namun, banyak ekonom mengatakan dampak kenaikan harga bagi pengguna baja dan aluminium, seperti industri otomotif dan minyak, akan menghancurkan lebih banyak tenaga kerja daripada pembatasan impor.

Trump telah lama mencari jalan untuk hubungan perdagangan yang lebih seimbang dengan China dan juga mempertimbangkan sanksi perdagangan terhadap Beijing untuk praktik kekayaan intelektual serta tekanan pada perusahaan asing untuk transfer teknologi.

Pemerintahannya mengatakan, AS secara keliru mendukung keanggotaan China dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001 dengan syarat yang telah gagal memaksa Beijing membuka ekonominya.

Diplomat dan pebisnis AS mengatakan, AS memiliki semua kecuali membekukan mekanisme formal untuk perundingan mengenai perselisihan komersial dengan China. Karena tidak puas Beijing telah memenuhi janjinya untuk meredakan pembatasan pasar.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut