China Persulit Wine dan Batu Bara Masuk, Australia Protes ke WTO
CANBERRA, iNews.id - Relasi China dan Australia memburuk. Banyak barang dari Australia yang dipersulit masuk ke China mulai dari barli, wine, hingga batu bara.
Baru-baru ini, China memasang tarif impor tinggi untuk wine dari Australia. Tarif tersebut membuat harganya menjadi lebih mahal dua atau tiga kali lipat.
Wine bukan satu-satunya produk yang dipersulit masuk pasar China. Pada Mei 2020, Beijing juga menerapkan tarif tambahan bagi barli Australia. Selain itu, setidaknya 60 kapal batu bara dari Australia ditolak masuk pelabuhan-pelabuhan China.
Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham menyebut, konflik dagang itu tak hanya merugikan ekonomi Australia, melainkan perdagangan global di tengah upaya pemulihan ekonomi. Sebelumnya, Australia telah melaporkan kenaikan tarif impor sepihak untuk produk barli dan berharap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bisa mempercepat penyidikan.
"Saya berharap ada hasil yang akan keluar. Kami terus bekerja dan memastikan kami memiliki data yang memadai," katanya dikutip dari Guardian, Senin (30/11/2020).
Tak hanya itu, Birmingham memberikan sinyal akan melanjutkan protes ke WTO soal wine dan batu bara yang dipersulit masuk ke China. Selain WTO, lobi-lobi terus dilakukan dengan Beijing.
"Kami memprotes mereka lewat WTO sambil menggunakan sistem yang ada di China untuk menyelesaikannya, tapi itu keputusan China. China punya pilihan untuk menerapkannya pada Australia, dan hanya China yang bisa mencabutnya," kata Birmingham.
Editor: Rahmat Fiansyah