Covid-19, Sri Mulyani Sebut Kesehatan dan Ekonomi Tak Bisa Dipisahkan

Suparjo Ramalan ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 17:15 WIB
Covid-19, Sri Mulyani Sebut Kesehatan dan Ekonomi Tak Bisa Dipisahkan

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ant)

JAKARTA, INews.id- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, aspek kesehatan dan ekonomi tidak bisa dipisahkan dalam konteks penanganan wabah Covid-19. Keduanya harus berjalan beriringan dan tak merugikan satu sama lain.

"Tidak ada trade-off antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya ibarat bayi kembar siam yang tidak dipisahkan, maka kalau tidak ada kesehatan, maka tidak ada ekonomi, begitu juga sebaliknya," tulisnya lewat akun Instagram @smindrawati, Sabtu (23/5/2020).

Pernyataan itu disampaikannya saat berdiskusi dengan Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK) pada Jumat (23/5/2020) kemarin. Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi di luar domain fiskal yang memiliki dampak terhadap keuangan negara.

Saat pandemi terjadi, kata Sri Mulyani, pemerintah lantas mengamankan dana APBN senilai Rp75 triliun. Dana itu digunakan untuk penanganan wabah Covid-19.

Bendahara Negara itu juga mengapresiasi masukan dari KoMPAK terkait anggaran untuk tenaga medis. Dia siap mengakomodasinya saat penyusunan Rancanan APBN 2021, khususnya reformasi di bidang kesehatan.

"Saya mengapresiasi semua masukan yang akan dijadikan pertimbangan dalam penyusunan APBN 2021, khususnya reformasi di bidang kesehatan," katanya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memberikan semangat kepada tenaga medis yang berjuang di garis terdepan dalam perlawanan menghadapi virus corona.

"Kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berada di garis depan, saya merasakan beratnya hari-hari yang dihadapi. Namun, jangan menyerah dan teruskan menyuarakan semangat untuk melawan Covid-19 karena semangat tenaga medis adalah sinyal harapan bagi seluruh masyarakat indonesia," tulisnya.

Editor : Rahmat Fiansyah