Daftar Kekayaan 11 Pejabat Eselon I Kementerian Keuangan, Nomor 7 Paling Tajir
JAKARTA, iNews.id - Harta kekayaan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi sorotan. Ini terjadi usai kasus penganiayaan oleh Mario Dandy, putra eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegur pejabat Kemenkeu untuk tidak pamer kekayaan. Dia juga memerintahkan klub Motor Gede (Moge) DJP dibubarkan. Selain itu, juga meminta Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utamo dan sejumlah pejabat mengklarifikasi kekayaan mereka kepada masyarakat.
Suryo Utomo adalah pejabat eselon 1 di Kemenkeu. Eselon I merupakan jabatan struktural tingkat tertinggi, yang posisinya langsung di bawah menteri.
Dikutip dari situs resmi Kemenkeu, per Februari 2023, eselon 1 terdiri dari Sekretariat Jenderal yang dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Heru Pambudi, Inspektorat Jenderal yang dipimpin Inspektur Jenderal (Irjen) Awan Nurmawan Nuh, Direktorat Jenderal dengan pimpinannya Direktur Jenderal (Dirjen) Suryo Utomo.
PNS Pajak Bisa Beli Harley, Berapa Besaran Gaji dan Tunjangannya?
Selain itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dipimpin Dirjen Bea dan Cukai Askolani, Direktorat Jenderal Anggaran yang dipimpin Dirjen Anggaran Isa Rachmatarwata, Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang dipimpin Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti.
Di samping itu, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang dipimpin Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dipimpin Dirjen Perimbangan Keuangan Luky Alfirman, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dipimpin Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto.
Ramai Motor Harley Dijual di OLX usai Sri Mulyani Minta Klub Moge DJP Dibubarkan
Sementara Badan Kebijakan Fiskal dipimpin Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang dipimpin Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Andin Hadiyanto.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2021, berikut daftar kekayaan 11 pimpinan tertinggi di eselon I Kemenkeu:
Harta Pejabat DJP yang Anaknya Tersangka Penganiayaan Rp56 Miliar, Lebih Besar dari Dirjen Pajak
Saat masih menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai pada 2019, kekayaan Heru tercatat Rp13,65 miliar. Pada 2020, hartanya naik Rp2 miliar menjadi Rp16,29 miliar dan pada 31 Desember 2021, setelah menjabat sebagai Sekjen bertambah menjadi Rp20,74 miliar.
Awan menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kemenkeu pada 2021. Kekayaannya tercatat sebesar Rp12,33 miliar di 2019.
Pada 2020, kekayaannya naik menjadi Rp14,45 miliar. Per 31 Desember 2021, kekayaan Awan mencapai Rp16,35 miliar.
Suryo Utomo memiliki harta yang tercatat sebesar Rp9,68 miliar pada 2019. Setahun kemudian, kekayaannya naik sekitar Rp2 miliar menjadi Rp12,09 miliar dan pada 2021, kekayaannya naik lagi menjadi Rp14,45 miliar.
Saat awal menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada 2019, kekayaan Askolani tercatat sebesar Rp36,5 miliar. Pada 2020, kekayaannya naik Rp3 miliar menjadi Rp39,85 miliar. Setelah menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai pada 2021, kekayaannya menjadi Rp43,26 miliar.
Kekayaannya tercatat sebesar Rp9,61 miliar pada 2019. Saat menjabat sebagai Dirjen Kekayaan Negara pada 2020, kekayaannya meningkat sekitar Rp9 miliar menjadi Rp18,75 miliar. Pada akhir 2021, setelah menjabat sebagai Dirjen Anggaran, hartanya naik Rp6 miliar menjadi Rp25,43 miliar.
Pada 2019, total kekayaan Astera Rp12,72 miliar, dan naik Rp2,9 miliar menjadi Rp15,67 miliar pada 2020. Hartanya naik lagi per 31 Desember 2021 menjadi Rp17,25 miliar.
Kekayaan Rionald saat masih menjabat sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (BPPK) pada 2019 tercatat sebesar Rp34,6 miliar. Pada 2020, kekayaannya meningkat hingga Rp9,72 miliar menjadi Rp44,32 miliar. Setelah menjadi Dirjen Kekayaan Negara, kekayaannya melonjak Rp8,9 miliar menjadi Rp53,33 miliar per akhir 2021.
Kekayaannya pada 2019 tercatat sebesar Rp12,89 miliar. Pada 2020 naik sekitar Rp5 miliar menjadi sebesar Rp17,93 miliar. Pada akhir 2021, kekayaannya bertambah sekitar Rp5 miliar menjadi Rp23,6 miliar.
Suminto menjabat sebagai Dirjen PPR sejak 2022 setelah sebelumnya menjabat Staf Ahli Menkeu. Pada 2019, kekayaannya sebesar Rp2,24 miliar.
Pada 2020, kekayaannya meningkat menjadi Rp3,38 miliar. Per 31 Desember 2021, kekayaannya naik lagi menjadi Rp5,36 miliar.
Febrio menjabat sebagai Kepala BKF menggantikan Suahasil Nazara yang menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2020. Kekayaan awalnya di 2020 tercatat sebesar Rp1,12 miliar.
Pada 2020, kekayaannya naik menjadi Rp2,67 miliar. Sementara per 31 Desember 2021, kekayaan Febrio sebesar Rp3,98 milir.
Berdasarkan e-LHKPN 2019, kekayaan Andin tercatat sebesar Rp10,870 miliar. Jumlah tersebut berkurang menjadi Rp10,44 miliar pada 2020. Kemudian saat menjabat sebagai Kepala BPPK Kemenkeu, harta kekayaan Andin per 31 Desember 2021 sebesar Rp10,9 miliar.
Editor: Jujuk Ernawati