Dahlan Ungkap Ada Lahan Prabowo di Wilayah Ibu Kota Baru

Rully Ramli ยท Selasa, 27 Agustus 2019 - 12:49 WIB
Dahlan Ungkap Ada Lahan Prabowo di Wilayah Ibu Kota Baru

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berkomentar tentang wilayah Ibu Kota baru pengganti Jakarta, yakni Kalimantan Timur (Kaltim). Rencananya, Ibu Kota baru ini berada di sekitar Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Dalam laman pribadinya di disway.id, Dahlan menceritakan pengalamannya saat menjadi mahasiswa dan memulai karier sebagai wartawan di Kaltim. Dia menggambarkan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara memiliki teluk yang cukup panjang. Kota Balikpapan berlokasi tepat di mulut kanan teluk itu.

"Lokasi Ibu Kota baru nanti di kiri teluk tersebut. Air di teluk ini dalam. Tapi tenang. Tidak pernah terjadi pendangkalan. Tidak ada sungai besar yang bermuara di teluk itu," kata Dahlan dikutip dari disway.id, Selasa (27/8/2019).

Dia bercerita, saat tahun 1970, ketika wilayah itu masih hutan, lokasi tersebut sempat disebut sebagai kawasan emas hijau. Kawasan hutan ini dikelola oleh perusahaan asing asal Amerika Serikat (AS) bernama International Timber Corporation Indonesia (ITCI). Perusahaan ini memiliki hak untuk menebang pohon-pohon di kawasan tersebut.

"Kayunya menghasilkan dolar tidak henti-hentinya. Kayu-kayu besar ditebang. Diekspor dalam bentuk gelondongan lewat teluk itu," kata dia.

Namun, di lokasi ini tidak ada lagi hutan dan ITCI tak lagi mengoperasikan usaha di sana. Pasalnya, perusahaan tersebut sudah dimiliki oleh orang Indonesia.

"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," ujar Dahlan.

Dia menerangkan, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara berlokasi tepat di lengkung terdalam teluk tersebut, persis di bekas Hak Pengusahaan Hutan ITCI. “Berarti Ibu Kota baru nanti tidak perlu membangun bandara baru. Cukup menggunakan bandara Balikpapan yang sekarang,” katanya.

Lebih lanjut Dahlan menyatakan, lokasi Ibu Kota baru letaknya juga hanya sekitar 40 kilometer (km) dari Bukit Soeharto. Lokasi tersebut sempat disebut-sebut sebagai lokasi Ibu Kota baru. “Berarti tidak akan ada persoalan tanah. Cukup menggunakan tanah ITCI itu, berapa ribu hektare pun,” katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk