Dampak Lockdown, Menkeu AS Sebut Ekonomi Bisa Rusak Permanen

Djairan ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 07:15 WIB
Dampak Lockdown, Menkeu AS Sebut Ekonomi Bisa Rusak Permanen

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. (Foto: Washington Post)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Federal Reserve (The Fed) melaporkan kondisi ekonomi yang rapuh akibat pandemi virus corona (Covid-19). Dampak ini diperkirakan bisa menambah lebih besar pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring kebijakan lockdown yang mengganggu kegiatan bisnis.

Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell mengatakan, pandemi telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada ekonomi. Bahkan, tekanan ini belum pernah terjadi pada zaman modern dan jauh lebih buruk ketimbang resesi sejak Perang Dunia kedua.

Diketahui dampak tersebut telah membuat 36,5 juta pekerja di-PHK. Korban PHK mengajukan tunjangan pengangguran karena ekonomi terbesar dunia ini terpuruk ke resesi.

The Fed telah menurunkan suku bunga acuan menjadi mendekati nol pada Maret. “Kami akan mempertahankan suku bunga pada tingkat ini sampai kami yakin bahwa ekonomi telah melewati kesulitan semasa pandemi ini dan berada di jalur yang tepat bagi kami untuk mencapai sasaran kerja maksimum dan stabilitas harga,” ujar Powel dalam sambutan tertulis dalam rapat dengar pendapat virtual, Selasa (20/5/2020).

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menggarisbawahi keprihatinan Powell tentang ekonomi dalam sambutan tertulisnya. “Penyakit ini memengaruhi keluarga dan komunitas di seluruh negeri. Walaupun bukan karena kesalahan mereka, rakyat Amerika juga menghadapi kesulitan ekonomi,” ujar dia.

Menurut Mnuchin, ratusan miliar dolar AS dalam bentuk hibah dan pinjaman kepada keluarga dan bisnis telah disalurkan untuk meringankan beban ekonomi negara akibat pandemi.

"Kita harus mengambil langkah-langkah yang belum pernah terjadi untuk menutup bagian-bagian penting ekonomi demi kepentingan kesehatan masyarakat. Kita akan mendapati pengangguran tetap akan tinggi dan indikator negatif lainnya,” ujar dia.

Mnuchin juga memperingatkan ekonomi mungkin mengalami kerusakan permanen jika negara memperpanjang lockdown selama berbulan-bulan.

Namun, dia optimistis akan kemajuan pada vaksin yang sedang dibuat, obat antivirus, yang sedang diuji coba. Bekerja sama erat dengan gubernur-gubernur, pemerintah mulai membuka bisnis dengan meminimalkan risiko bagi pekerja dan konsumen. “Kami berharap kondisi ekonomi akan membaik dalam triwulan ketiga dan keempat,” ujar dia.

Jumlah kematian akibat virus corona di AS kini melampaui 90.000, sejauh ini tercatat sebagai yang terbesar di dunia. Jumlah kematian pada awal Agustus diperkirakan 143.000.

Editor : Ranto Rajagukguk