Dari Lobster hingga Batu Bara, Ini Daftar Barang Australia yang Diblokir Masuk China
CANBERRA, iNews.id - Australia selama ini tergantung pada China untuk urusan ekspor. Pada 2019, porsi ekspor Australia ke China mencapai 153,2 miliar dolar Australia atau setara 32,6 persen dari seluruh ekspor.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (19/12/2020), sebagian besar ekspor Australia ke Negeri Tirai Bambu tersebut adalah barang tambang, terutama batu bara. Kini, Beijing memutuskan untuk memblokir barang-barang dari Canberra masuk ke negaranya.
Hubungan Australia-China memang memburuk setelah Australia menyatakan dukungan untuk penyelidikan soal asal muasal virus corona yang dilaporkan berasal dari Wuhan. China langsung bereaksi keras dengan mengancam Australia,
Salah satunya mengeluarkan daftar barang Australia yang tidak akan diizinkan masuk China. Berikut daftarnya:
1. Barley
Pada Mei 2020, China menerapkan tarif antidumping dan antisubsidi terhadap barley dari Australia sebesar 80,5 persen. Tarif tinggi tersebut membuat produsen gandum rendah kalori itu keluar dari pasar China.
2. Wine
Pada November, China mematok tarif antidumping untuk wine impor dari Australia sangat tinggi. Besarannya antara 107-212 persen. Bahkan baru-baru ini, tarif antisubsidi diberlakukan antara 6,3-6,4 persen.
3. Daging
China memblokir impor dari enam eksportir dari Australia. Blokir tersebut dilakukan lewat label standar produk dan sertifkart kesehatan.
4. Katun
Dua produsen kapas terbesar Australia pada Oktober 2020 mengungkapkan, China melarang impor kapas dari Australia yang bahan bakunya berasal dari Down Under. Selain itu, kuota impor kapas dari Australia juga dibatasi 894.000 ton. Apabila lebih, dikenakan bea masuk 40 persen.
5. Kayu
China melarang impor kayu dari negara bagian Queensland, Victoria, dan baru-baru ini Australia Selatan dan Tasmania. Alasannya, kayu dari Australia membawa hewan-hewan seperti lebah yang mengancam ekologis hutan China.
6. Batu Bara
China saat ini tengah banyak menyerap batu bara dari luar negeri. Seluruh eksportir memperoleh kemudahan ekspor ke Chia, kecuali Australia.
7. Lobster
Pada November 2020, puluhan ton lobster hidup dari Australia tak bisa masuk ke China karena menunggu proses bea cukai. Alasannya, produk makanan laut berpotensi membawa virus corona. Saat ini, produsen tengah mencari pasar alternatif untuk mengantisipasi potensi pemblokiran China.
8. Pendidikan dan Turisme
Industri pendidikan dan turisme Australia juga terancam karena selama ini banyak tergantung pada mahasiswa dan turis dari China. Jika Beijing menutup perbatasan ke Australia, bukan tak mungkin akan merugikan negara tersebut.
Editor: Rahmat Fiansyah