Ditjen SDA Percepat Program Padat Karya pada Daerah Irigasi Rentang
JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 menjadi salah satu bencana berat yang dihadapi oleh hampir semua negara, termasuk Indonesia. Bencana ini menjadi mimpi buruk yang harus dihadapi semua warga Indonesia, bahkan pemerintah harus berjuang ekstra agar bisa meminimalisir dampaknya.
Ribuan warga Indonesia telah meninggal akibat virus Corona, serta puluhan ribu orang yang harus kehilangan pekerjaan atau terhenti kegiatannya. Tak heran, perekonomian Indonesia pun ikut terpuruk akibat pandemi Covid-19 ini. Agar Indonesia bisa bertahan. Satu per satu solusi diturunkan pemerintah melalui beberapa kementerian, termasuk di antarnKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Tak mau lengah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengerahkan semua unit organisasi di Kementerian PUPR untuk mempercepat program Padat Karya dan Padat Karya Tunai di berbagai sektor pembangunan infrastruktur, salah satunya yaitu Daerah Irigasi (DI) Rentang yang ada di Jawa Barat.
Program ini merupakan program pembangunan infrastruktur yang didalamnya melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Adapun salah satu lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan program padat karya adalah Daerah Irigasi (DI) Rentang yang ada di Provinsi Jawa Barat.
Modernisasi Jaringan Irigasi DI Rentang merupakan paket pekerjaan yang dilaksanakan selama 12 tahun (sejak tahun 2014 hingga tahun 2025) yang terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu studi, pekerjaan sipil dan program penunjang lainnya.
Modernisasi Jaringan Irigasi DI Rentang (87.840 hektar) ini bertujuan untuk mewujudkan efisiensi penggunaan sumber daya air yang tersedia di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yaitu peningkatan efisiensi irigasi dari semula 45% menjadi 65% melalui modernisasi. Tak hanya itu, juga untuk meningkatkan produksi padi dalam menunjang ketahanan pangan nasional, juga untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial wilayah pedesaan tersebut.
Pada tahun 2020, terdapat sembilan paket pekerjaan konstruksi (modernisasi) yang telah ditandatangani Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan penyedia jasa. Namun, masa pandemi membuat paket pekerjaan tersebut kemudian dipadatkaryakan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.
“Ada kurang lebih 1.000 orang yang kami libatkan untuk kegiatan padat karya di DI Rentang ini. Mereka semua adalah masyarakat terdampak Covid 19 yang telah diusulkan oleh masing-masing Kepala Desa,” Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko dalam keterangannya, Jumat (27/11/2020).
Meski dipercepat, pelaksanaan program padat karya DI Rentang tetap dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan juga penyediaan fasilitas cuci tangan bagi para tenaga kerja.
“Pekerjaan mereka biasanya bersifat semi konstruksi yaitu pemasangan batu, juga kegiatan bersih-bersih saluran irigasi. Mereka akan mendapatkan upah per minggu. Harapan kami, program ini bisa membantu mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19,” ujar Jarot.
Editor: Dani M Dahwilani