Ekonom: Impor Jagung untuk Turunkan Harga Daging Ayam
"Artinya dari hitungan itu saja, kita masih ada surplus 2,05 juta ton PK di periode bulan September-Desember. Kondisi tersebut menunjukkan suplai jagung akan tetap aman sampai akhir tahun," kata Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Bambang Sugiharto dikutip dari keterangan resmi.
Namun, menurut Fithra data yang dimiliki Kementan tidak reliable dalam penghitungan pasokan pangan. Padahal, data dari Kementan sangat penting untuk menjadi acuan pemerintah melakukan impor bahan pangan.
"Selain itu data dari Kementan juga tidak reliable. Apalagi perhitungan produksi beras yang direvisi saya rasa ini hal yang sama dengan impor jagung yang saya rasa angkanya over estimated. Jadi ya saya rasa masih harus impor," ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menjelaskan, masalah distribusi menjadi alasan mengapa harga jagung meningkat. Hal ini karena sebaran waktu dan lokasi produksi jagung yang bervariasi, di samping juga pabrikan pakan ternak tidak berada di sentra produksi jagung, sehingga perlu dijembatani antara sentra produksi dengan pengguna agar logistiknya murah.
Editor: Ranto Rajagukguk