Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Purbaya: Bukti Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Ekonomi Dunia Resesi, Sri Mulyani: Indonesia Masih Stabil di Atas 5 Persen

Senin, 04 November 2019 - 17:50:00 WIB
Ekonomi Dunia Resesi, Sri Mulyani: Indonesia Masih Stabil di Atas 5 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019). (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi dunia saat ini masuk jurang resesi. Kondisi tersebut terlihat setelah proyeksi pertumbuhan ekonomi global ramai-ramai direvisi ke bawah.

"Menurut IMF, (pertumbuhan ekonomi global) tiga persen masuk kategori resesi dunia, meski resesi ekonomi masing-masing negara disebutnya kalau pertumbuhan ekonominya dua kali kontraksi," katanya saat rapat kerja di Ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Sri Mulyani mengatakan, IMF berkali-kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2019. Awalnya, lembaga keuangan internasional itu memprediksi ekonomi global tahun ini tumbuh 3,9 persen. Lalu direvisi menjadi 3,7 persen, 3,5 persen, hingga terakhir pada Oktober direvisi menjadi tinggal 3 persen.

Menurut dia, melambatnya pertumbuhan ekonomi global karena perang dagang antara AS dan China. Situasi tersebut menekan volume perdagangan dunia yang diperkirakan hanya tumbuh 1,1 persen pada tahun ini.

"Kalau kita lihat pertumbuhan volume perdagangan dunia hanya 1,1 persen. Ini adalah pertumbuhan perdagangan global terlemah sejak krisis 10 tahun lalu. Risiko global yang perlu kita waspadai adalah perang dagang," ujar dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut