Ekonomi Dunia Resesi, Sri Mulyani: Indonesia Masih Stabil di Atas 5 Persen
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi dunia saat ini masuk jurang resesi. Kondisi tersebut terlihat setelah proyeksi pertumbuhan ekonomi global ramai-ramai direvisi ke bawah.
"Menurut IMF, (pertumbuhan ekonomi global) tiga persen masuk kategori resesi dunia, meski resesi ekonomi masing-masing negara disebutnya kalau pertumbuhan ekonominya dua kali kontraksi," katanya saat rapat kerja di Ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Sri Mulyani mengatakan, IMF berkali-kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2019. Awalnya, lembaga keuangan internasional itu memprediksi ekonomi global tahun ini tumbuh 3,9 persen. Lalu direvisi menjadi 3,7 persen, 3,5 persen, hingga terakhir pada Oktober direvisi menjadi tinggal 3 persen.
Menurut dia, melambatnya pertumbuhan ekonomi global karena perang dagang antara AS dan China. Situasi tersebut menekan volume perdagangan dunia yang diperkirakan hanya tumbuh 1,1 persen pada tahun ini.
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2019 Jadi 5,1 Persen
"Kalau kita lihat pertumbuhan volume perdagangan dunia hanya 1,1 persen. Ini adalah pertumbuhan perdagangan global terlemah sejak krisis 10 tahun lalu. Risiko global yang perlu kita waspadai adalah perang dagang," ujar dia.