Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh Stabil 5% di 2026, Daya Beli Jadi Sorotan
JAKARTA, iNews.id – Sejumlah lembaga keuangan dan pengamat ekonomi memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 akan bergerak stabil di kisaran 5 persen hingga 5,2 persen. Hal itu berkat didukung oleh pelonggaran kebijakan moneter dan stimulus fiskal.
Meski begitu, para ahli mengingatkan adanya ganjalan struktural terkait daya beli masyarakat dan rapuhnya fundamental domestik terhadap guncangan global. Tim ekonom BCA memprediksi laju Produk Domestik Bruto (PDB) riil pada 2026 akan berada di angka 5,1 persen.
Angka ini sedikit lebih tinggi dari capaian tahun 2025 yang sebesar 5 persen. Kepala Ekonom BCA, David Sumual menilai perbaikan ini dipicu oleh sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
"Prospek makro ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan moderat pada 2026, didukung oleh kebijakan fiskal ekspansif untuk meningkatkan konsumsi dan suku bunga pinjaman yang lebih rendah untuk merangsang investasi, meskipun masalah struktural di sektor rumah tangga akan terus membatasi momentum tersebut," dikutip dari BCA 2026 Indonesia Economic Outlook, Jumat (2/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mematok angka yang sedikit lebih optimistis di level 5,1 persen hingga 5,2 persen. Menurutnya, inflasi yang terjaga di bawah 3 persen membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan lebih dalam.