Erick Thohir Akan Bangun Pabrik Paracetamol, Begini Respons Kimia Farma

Suparjo Ramalan ยท Senin, 21 September 2020 - 14:39:00 WIB
Erick Thohir Akan Bangun Pabrik Paracetamol, Begini Respons Kimia Farma
Kimia Farma. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan mendorong perusahaan pelat merah farmasi untuk bertransformasi. Hal ini untuk mematangkan upaya pemerintah yang ingin membangun pabrik obat paracetamol di Indonesia.

Langkah transformasi itu dengan menugaskan perusahaan farmasi pelat merah yakni, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF). Merespons keinginan Erick tersebut, Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan, telah melakukan kajian dan analisis. Kajian itu berkaitan dengan dampak positif bagi kinerja BUMN farmasi. 

Kajian juga berlanjut pada ketersediaan Bahan Baku Obat (BBO) paracetamol. 

"Terkait dengan pembangunan pabrik paracetamol saat ini kami sudah melakukan kajian dan analisa, ini sudah siap," ujar Ganti Winarno saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/9/2020). 

Tujuan pembangunan pabrik paracetamol tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor Bahan Baku Obat (BBO) khususnya paracetamol. Langkah itu, kata Ganti, sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian BBO secara nasional.

Untuk mempercepat pembangunan pabrik, Kimia Farma sudah mengkonsolidasikan dengan perusahaan pelat merah yang berada di klaster kesehatan atau farmasi. Perusahaan tersebut di antaranya, PT Bio Farma (Persero) dan PT Indofarma (Persero).

Meski demikian, Ganti tidak menyebut kapan pembangunan akan mulai direalisasikan. "Kami konsolidasikan klaster kesehatan, yakni menggabungkan Bio Farma dan fokuskan Kimia Farma dan Indofarma akan fokus pada kimia,” ucapnya. 

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan tengah menyusun rencana pembangunan pabrik obat paracetamol di Indonesia. Rencana tersebut dengan menggabungkan industri farmasi negara yakni Bio Farma dan Kimia Farma.

"Menekankan kebutuhan impor obat-obatan, kita bangun pabrik paracetamol yang selama ini impor," ujar Erick dalam diskusi virtual, Rabu kemarin. 

Editor : Ranto Rajagukguk