Erick Thohir dan Menlu Kunjungi Inggris-Swiss untuk Bahas Vaksin Covid-19

Suparjo Ramalan ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 13:55:00 WIB
Erick Thohir dan Menlu Kunjungi Inggris-Swiss untuk Bahas Vaksin Covid-19
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menlu Retno Marsudi ada Senin (12/10/2020) dijadwalkan berkunjung ke Swiss dan Inggris. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada Senin (12/10/2020) dijadwalkan berkunjung ke Swiss dan Inggris. Kunjungan tersebut merupakan agenda bilateral Indonesia dalam pengadaan vaksin Covid-19 dengan kedua negara tersebut. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan hal tersebut. "Iya benar, Pak Erick hari ini ke Swiss dan London," kata Arya saat dihubungi, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Meski begitu, selain kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 dengan kedua negara tersebut, Arya tidak memerinci agenda lain dari Erick dan Retno selama di luar negeri. Sebelumnya, Retno mengatakan, bersama Erick dan tim dari Kementerian Kesehatan melakukan perjalanan ke Swiss dan London. 

"Sebentar lagi bersama dengan Menteri BUMN dan tim Kementerian Kesehatan, saya akan berangkat menuju ke London, Inggris dan kemudian dilanjutkan ke Bern dan Jenewa Swiss," kata Retno melalui konferensi pers virtual. 

Di Swiss dan Inggris, perwakilan pemerintah Indonesia dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris dan Wakil Presiden Swiss. Dalam kerja sama pengembangan vaksin, kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju itu juga sebelumnya sudah melakukan lawatan ke China dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Dalam kunjungan rombongan Indonesia ke UEA ini membahas tiga sektor yaitu kesehatan, energi dan pangan. Retno menceritakan, dalam kunjunganya ke UEA, pihaknya mengadakan tiga pertemuan. Pertama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri UEA serta Menteri Energi dan Infrastruktur. Kedua, melakukan pertemuan di bidang kesehatan dengan G42. "Terakhir, pertemuan dengan beberapa perusahaan yang terkait energi dan pangan," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk