Erick Thohir Pangkas Jumlah BUMN, Perusahaan Merugi Berpotensi Dilikuidasi

Aditya Pratama ยท Kamis, 06 Februari 2020 - 21:16 WIB
Erick Thohir Pangkas Jumlah BUMN, Perusahaan Merugi Berpotensi Dilikuidasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dipastikan akan mengurangi jumlah perusahaan pelat merah. Saat ini jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, saat ini Kementerian BUMN tengah mengklasifikasi perusahaan-perusahaan mana saja yang masih melakukan tugas dan fungsi yang sesuai. 

Di BUMN sendiri ada perusahaan yang berfungsi untuk komersial, public service obligation (PSO), komersial sekaligus PSO seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), dan tidak keduanya. 

"Kalau ini akan dipertimbangkan apakah akan digabungkan sama yang lain atau dilikuidasi. Lihat saja semua dari prospek bisnisnya, apakah masih punya prospek dari kerugian-kerugian yang terjadi, itu akan dilihat, kalau enggak punya prospek bisnis lagi ngapain diteruskan," ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Mengenai karyawan dari perusahaan yang terkena penggabungan atau likuidasi, Arya menyebut hal itu sudah dipikirkan Kementerian BUMN. Nantinya, karyawan dari perusahaan yang terdampak dimasukkan ke perusahaan lain.

"Mengenai tenaga kerja dan sebagainya itu sudah kita pikirkan, di mana mana tidak ada karyawan yang sejahtera di perusahaan rugi, jadi ini malah menyehatkan mereka, artinya ketika digabungkan sama yang lain itu juga menyehatkan," kata dia.

Terkait BUMN yang saat ini merugi namun tetap memiliki prospek cerah ke depannya, Mantan Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf ini menyebut perusahaan tersebut masih dipertimbangkan untuk dipertahankan.

"Rugi saat ini kan bisa saja karena rugi dia membangun aset, lagi membangun pabrik atau apa, kan wajar itu, bukan sesuatu yang luar biasa kalau masih lebih besar asetnya kan ga masalah," ujar Arya.


Editor : Ranto Rajagukguk