Erick Thohir: Stimulus Gaji Tambahan ke Pegawai Masuk Tahap Finalisasi

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 08:54 WIB
Erick Thohir: Stimulus Gaji Tambahan ke Pegawai Masuk Tahap Finalisasi

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah mengucurkan berbagai stimulus untuk menekan dampak pandemi virus corona (Covid-19). Salah stimulus lanjutan yang akan disiapkan, yakni bantuan tunai berupa gaji tambahan bagi pegawai.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir telah mengonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa stimulus lanjutan dari pemerintah adalah bantuan gaji tambahan kepada pekerja dengan pendapatan tertentu dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). 

“Pemerintah telah memiliki program bantuan untuk rakyat miskin dan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja melalui Program Kartu Prakerja. Tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi,” tuturnya, Kamis (6/8/2020).

Erick menjelaskan, program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada September 2020 ini. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. 

“Bantuan sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan,” tuturnya.

Erick menuturkan, terdapat dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi dengan memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengatakan, selanjutnya juga dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya.

“Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM, dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat,” kata Erick.

Editor : Ranto Rajagukguk