Gelar Kharisma Event Nusantara, Sandiaga Uno: Lokomotif Penggerak Ekonomi Masyarakat

Aditya Pratama · Minggu, 11 April 2021 - 10:08:00 WIB
Gelar Kharisma Event Nusantara, Sandiaga Uno: Lokomotif Penggerak Ekonomi Masyarakat
Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kharisma Event Nusantara 2021 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi titik awal kebangkitan industri event di Indonesia, setelah vakum selama 1 tahun terakhir. 

"Pemerintah sudah memulai berarti dunia usaha, masyarakat, komunitas, institusi pendidikan, dan juga media bisa mensosialisasikan bahwa panduan protokol kesehatan sudah ada, silakan menyelenggarakan event dengan tentunya terus bersinergi bersama pemangku kepentingan yang lain," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Hal tersebut dikatakan pada peluncuran Kharisma Event Nusantara 2021, Sabtu Malam, (11/5/2021). 

Sandiaga mengatakan Kementerian Parekraf selama ini telah menerima banyak proposal permohonan dari pemerintah daerah untuk mengadakan event, kini berbagai kegiatan tersebut bisa dijalankan.

"Pada dasarnya ini sebagai launching dari event-event yang ada di daerah-daerah," ungkapnya.

Dia mengatakan beberapa event daerah sudah mulai berjalan dan diharapkan pada semester kedua tahun ini akan lebih banyak lagi event yang berjalan. Dengan semakin masifnya vaksin di masyarakat, event diyakini bisa lebih banyak lagi. 

"Kita ingin bangkit ya, harapannya masyarakat semangat, sektor-sektor mulai menggeliat dan dampak dari event ini dahsyat. Menurut saya akan membuat kita lebih kuat dan Insya Allah ekonomi rakyat kembali bergerak, membuka lapangan kerja seluas- luasnya," jelasnya

Sandi mengatakan Kharisma Event Nusantara ingin menyampaikan dua pesan kepada masyarakat. 

"Kita ingin mengirimkan pesan yang jelas. Pertama, yang tegas bahwa event itu bukan pemicu penularan Covid-19, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, event bisa diselenggarakan, dan bisa menjadi salah satu lokomotif agar ekonomi masyarakat kembali bergerak," katanya.

Kedua, gelaran tersebut diadakan untuk mengirim pesan, memberikan semangat dan motivasi para penyelenggara event di daerah di provinsi di kabupaten di kota-kota di seluruh Indonesia sampai ke level desa bahwa selama dilakukan dengan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE), dan berkoordinasi dengan aparat setempat, event bisa digelar.

Sandiaga mengatakan even penting untuk menghadirkan geliat ekonomi kembali, khususnya setelah 1 tahun ini event tidak bergerak.

Ada 34 juta lebih masyarakat yang tergabung dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

"Kharisma Event Nusantara ini panduan kepada para penyelenggara event tentang bagaimana menyelenggarakan event, dan ini setelah tanggal 10 April, kita akan dampingi event-event di seluruh pelosok Nusantara agar ekonomi rakyat bergerak, tapi dari sisi protokol kesehatan dan dari sisi penanganan pandemi ini juga diutamakan," jelasnya.

Dia berharap melalui Kharisma Event Nusantara ada optimisme bagi para pelaku industri dan menyeimbangkan antara event yang berjalan dan protokol kesehatan.

"Inilah bentuk keseimbangan yang kami hadirkan dalam perhelatan malam ini Kharisma Event Nusantara," kata Sandi.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan inisiatif tersebut merupakan terobosan yang bagus. 

"Ini memberikan harapan bagi para pelaku di industri pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkapnya. 

Karena ini merupakan calendar of event yang terkait dengan pariwisata, ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Kementerian Parekraf.

"Harapan yang positif, masih ada harapan yang besar: Bahwa industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan bangkit lagi," kata Hary.

Dia berpesan kesempatan itu selalu ada di setiap situasi, situasi baik maupun tidak baik. 

Tinggal bagaimana cara memandang. "Kita harus mampu untuk beradaptasi. Jangan mau menyerah," jelasnya 

Hary sangat optimistis dengan masa depan industri pariwisata. Karena Indonesia kaya dengan alam yang sangat indah, dan itu ada dimana-mana, baik di Sulawesi, Sumatera, Bali, NTT, NTB, Pulau Jawa dan berbagai daerah lainnya. 

"Tinggal bagaimana kita mengolahnya. Menjadikan satu daya tarik yang diketahui oleh tentunya dunia," jelasnya

Begitu pula, industri kreatif, di masa seperti saat ini para pembuat film bisa beralih dari layar lebar ke pembuatan film untuk kebutuhan _original content_ bagi layanan Over the Top (OTT).

Selanjutnya, penyanyi bisa memanfaatkan teknologi untuk membuat channel YouTube, tampil streaming dan lain sebagainya.

"Kita harus mampu untuk beradaptasi. Kesimpulannya, kesempatan ada di setiap situasi. Jangan mau menyerah," jelasnya

Editor : Ranto Rajagukguk