Gerindra Minta Jokowi Pikir Ulang Pemindahan Ibu Kota karena Bikin Bengkak Utang

Rully Ramli ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 13:55 WIB
Gerindra Minta Jokowi Pikir Ulang Pemindahan Ibu Kota karena Bikin Bengkak Utang

Suasana ibu kota DKI Jakarta. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Fraksi Gerindra meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpikir ulang soal rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Rencana itu dinilai terlalu dipaksakan.

Anggota Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mengkritik rencana tersebut karena dinilai akan membuat utang pemerintah membengkak. Pemindahan ibu kota, terlebih lintas pulau yang memakan biaya yang besar tidak tepat dilakukan di tengah kondisi ekonomi yang tengah lesu.

"Kondisi saat ini negara sulit untuk memenuhi apa yang jadi keinginan negara menutup semua biaya atau kebutuhan untuk kepentingan negara," ujar dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Selain utang bengkak, Bambang menilai hal ini juga berpotensi berdampak pada program-program prioritas pemerintah yang telah ditetapkan. Menurut dia, masih banyak isu yang memiliki yang lebih penting daripada pemindahan ibu kota. Misalnya, soal pangan.

"Di Arab, harga cabai bisa separuh dan seperempat harga kita. Padahal mereka bukan negara pangan," katanya.

Tak hanya pangan, Anggota Komisi V DPR itu juga menilai, masalah listrik perlu perhatian pemerintah daripada rencana pemindahan ibu kota.

"Harga listrik kita sangat mahal, harus jadi prioritas pemerintah," katanya.

Oleh karena itu, Bambang meminta pemerintah untuk membatalkan pemindahan ibu kota. Dia menilai, rencana ini bersifat politis.

"Mohon dipertimbangkan, jangan sampai negara ini melakukan pemborosan biaya untuk kepentingan enggak jelas, pencitraan" ucap dia.

Untuk diketahui, pemindahan ibu kota membutuhkan dana Rp466 triliun. Namun, pemerintah memastikan APBN hanya akan mengalokasikan Rp93 triliun sementara sisanya menggunakan BUMN dan swasta lewat skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU)

Dalam pidato kenegaraan Jumat (16/8/2019) lalu, Presiden Jokowi sudah meminta izin langsung kepada legislatif perihal rencana pemeindahan ibu kota. Sejauh ini, rencana tersebut menunggu lokasi pasti dari presiden.


Editor : Rahmat Fiansyah