Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 6 Persen di 2026
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Bank Indonesia Ungkap 5 Strategi Pemulihan Ekonomi

Kamis, 03 Desember 2020 - 12:49:00 WIB
Gubernur Bank Indonesia Ungkap 5 Strategi Pemulihan Ekonomi
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) optimistis pemulihan ekonomi nasional pada 2021 dapat terwujud dengan penguatan sinergi melalui satu prasyarat dan lima strategi. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan satu, prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 dan lima strategi respons kebijakan.

Kelima strategi kebijakan itu, yaitu pembukaan sektor produktif dan aman, percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial.

Selanjutnya digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak ada gelombang kedua pandemi yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan," kata Perry di Jakarta, Rabu (3/12/2020).

Dia menuturkan, pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung diprakirakan semakin meningkat. "Pada tahun 2021, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh mencapai 4,8-5,8 persen, didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal Pemerintah maupun dari masuknya PMA sebagai respons positif terhadap UU Cipta Kerja," ujarnya.

Pertumbuhan di seluruh wilayah juga akan meningkat, khususnya Jawa serta wilayah Sulawesi-Maluku-Papua. Stabilitas makroekonomi terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran 3±1 persen serta nilai tukar rupiah yang akan bergerak stabil dan berpotensi menguat.

Stabilitas eksternal terjaga, dengan surplus neraca pembayaran didukung defisit transaksi berjalan yang rendah di sekitar 1,0-2,0% PDB. Stabilitas sistem keuangan juga semakin membaik, dengan rasio permodalan yang tinggi, non-performing loan (NPL) yang rendah, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit yang masing-masing meningkat ke sekitar 7-9 persen pada 2021.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut