Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Outlook 2026: IHSG Diproyeksi Tembus Level 9.000, Efek Danantara Jadi Sorotan
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur BI Sebut 5 Tantangan Global yang Bayangi Pemulihan Ekonomi Indonesia

Jumat, 24 Desember 2021 - 13:58:00 WIB
Gubernur BI Sebut 5 Tantangan Global yang Bayangi Pemulihan Ekonomi Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut terdapat 5 tantangan global yang harus diwaspadai terhadap pemulihan ekonomi di Tanah Air. (foto: dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pemulihan ekonomi Indonesia akan berlangsung lebih baik di 2022. Meski begitu, dia menyebut terdapat lima tantangan global yang harus diwaspadai terhadap pemulihan ekonomi di Tanah Air.

Pertama, normalisasi kebijakan moneter negara maju. Menurut Perry, langkah normalisasi kebijakan negara maju akan berdampak pada terbatasnya aliran modal asing sehingga akan menekan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dia menyebut, normalisasi kebijakan negara maju yang akan memberikan efek rambatan ke negara berkembang menjadi salah satu fokus pembicaraan di dalam Presidensi G20 Indonesia.

"Ini memang harus kita upayakan di Presidensi G20 agar normalisasi kebijakan moneter direncanakan secara baik, dikalibrasi secara baik, dan terutama dikomunikasikan secara baik,” ujar Perry dalam webinar ISEI pada Jumat (24/12/2021).

Tantangan kedua, mengatasi dampak luka memar atau scarring efek pada korporasi akibat pandemi Covid-19, terutama di negara maju.

"Langkah yang perlu dilakukan, menurutnya adalah dengan melakukan pembukaan sektor-sektor usaha, reformasi di sektor riil, maupun berbagai langkah yang diarahkan pada penanganan sektor riil khususnya korporasi," kata dia.

Tantangan ketiga, Perry menyebut, meluasnya digitalisasi di seluruh aspek kehidupan, termasuk juga di bidang sistem pembayaran antar negara, serta risiko aset kripto.

"Keempat, semakin kuatnya tuntutan ekonomi dan keuangan hijau dari negara maju. Indonesia harus siap untuk melakukan transisi ke proyek-proyek hijau dan ramah lingkungan, termasuk sektor keuangan," ucap Perry.

Dia juga menegaskan bahwa perbankan dan sektor keuangan tentu saja harus mempersiapkan bagaimana bisa membiayai proyek-proyek yang hijau, dan tentunya BI pun akan melakukan langkah-langkah mendorong pembiayaan ke sektor hijau.

"Tantangan kelima adalah semakin melebarnya kesenjangan, terutama di masa pandemi ini. Oleh karena itu, disinilah inklusi ekonomi dan keuangan menjadi penting, termasuk melalui digitalisasi," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut