Harga BBM Naik Hingga 32 Persen, Australia Catat Rekor Inflasi Tertinggi dalam 21 Tahun

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 29 Juli 2022 - 06:43:00 WIB
Harga BBM Naik Hingga 32 Persen, Australia Catat Rekor Inflasi Tertinggi dalam 21 Tahun
Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers. (Foto: Reuters)

CANBERRA, iNews.id - Australia mencatat rekor tertinggi inflasi dalam 21 tahun terakhir pada kuartal II 2022. Hal itu, terutama dipicu kenaikan harga BBM yang mencapai 32 persen. 

Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) di Australia naik 1,8 persen pada kuartal II 2022, atau 6,1 persen dibandingkan Juni 2021. 

Angka CPI tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2001 dan kenaikan kuartalan tertinggi kedua sejak Pajak Barang dan Jasa (Goods and Services Tax/GST) diluncurkan pada 2000.

ABS menyatakan, kenaikan CPI terutama dipicu harga BBM untuk kendaraan yang melonjak 32,1 persen, dan harga rumah baru yang naik 20,3 persen per Juni 2022 (YoY).

"CPI dari rangkaian BBM kendaraan mencapai level tertiggi selama empat kuartal berturut-turut. Harga BBM kendaraan naik dengan kuat selama Mei dan Juni 2022, menyusul penurunan pada April 2022 karena pemangkasan cukai bahan bakar," kata Kepala Statistik Harga ABS, Michelle Marquardt, seperti dikutip Xinhua, Jumat (29/7/2022).

Dia menjelaskan, harga rumah baru melonjak akibat kurangnya pasokan bangunan dan tenaga kerja, biaya pengiriman yang tinggi dan aktivitas konstruksi tingkat tinggi yang sedang berlangsung.

Selain itu, harga sayur-sayuran naik 7,3 persen pada kuartal II 2022, sementara harga buah-buahan melonjak 3,7 persen sebagai akibat dari bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah pesisir timur sebelumnya pada tahun ini.

Merespons data tersebut, Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, memperingatkan bahwa situasi akan "semakin sulit" bagi warga Australia "sebelum menjadi lebih mudah" menjelang akhir 2022.

"Ini bukan berita baru bagi jutaan warga Australia yang merasakan tantangan inflasi setiap kali mereka pergi ke toko swalayan dan setiap kali tagihan datang," kata Jim Chalmers. 

Menurut dia, data inflasi yang diumumkan ABS mencerminkan pengalaman langsung warga Australia yang sedang mengalami kesulitan saat ini.
Angka tersebut diharapkan akan mendorong dewan bank sentral Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menaikkan suku bunga pada pertemuannya pekan depan.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda