Harga Kedelai Impor Mahal, Mentan Bakal Genjot Produksi Lokal
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) segera meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Hal ini seiring kenaikan harga kedelai impor yang berdampak pada mahalnya tahu dan tempe.
"(Kenaikkan harga kedelai), saya akan sikapi di lapangan. Saya tidak mau janji dulu karena saya lagi kerja dan Insya Allah dari agenda-agenda yang kita siapkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi jawaban," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Gedung Ditjen Tanaman Pangan Jakarta, Senin (4/1/2021).
Menurut dia, dalam satu kali tanam setidaknya dibutuhkan 100 hari hingga panen. Pihaknya menargetkan bisa melakukan dua kali musim tanam agar ketersediaan bisa lebih besar dan digunakan pengrajin tahu tempe.
Stok Kedelai Aman, Produsen Tahu Tempe di Purwakarta Enggan Naikkan Harga Jual
"Jadi paling penting ketersediaannya, bukan hanya harga. Tentu saja bekerja sama dengan kementerian lain. Kedelai lokal harus menjadi kekuatan kita," tuturnya.
Sebagai informasi, pasokan tempe dan tahu dalam sepekan terakhir menjadi langka di pasaran. Hal ini karena pengrajin tahu dan tempe di seluruh Jabodetabek memutuskan untuk berhenti berjualan selama tiga hari.
Hal tersebut dilakukan mulai tanggal 1 Januari hingga 3 Januari 2021. Mogok massal ini tak lepas dari kenaikan harga kedelai impor secara drastis.
Editor: Ranto Rajagukguk