Hilirisasi Rp180 Triliun di Halmahera Perkuat Ketahanan Energi Indonesia, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai
“Kekayaan alam yang sangat bernilai ini harus dikelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” jelas Prabowo.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan bahwa 11 proyek yang diluncurkan mencakup sejumlah mata rantai industri strategis, mulai dari material baterai berbasis nikel, baterai kendaraan listrik, separator dan elektrolit baterai EV, aluminium elektrolitik, alat berat berbasis listrik, hingga kaca fotovoltaik untuk industri energi surya.
Pengembangan berbagai sektor tersebut memperluas ekosistem industri pendukung energi di dalam negeri.
Dari total investasi 10,2 miliar dolar AS, proyek yang memasuki tahap komersial memiliki nilai sekitar 3,4 miliar dolar AS atau Rp60 triliun. Sementara itu, tujuh proyek baru yang mulai dibangun memiliki nilai investasi sekitar 6,8 miliar dolar AS. Keseluruhan proyek tersebut diproyeksikan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja.

Rangkaian proyek tersebut menegaskan langkah Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan industri dalam negeri. Dengan membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik, komponen energi terbarukan, hingga teknologi pendukungnya, Indonesia terus mendorong kemandirian industri sekaligus memperkuat fondasi energi nasional di tengah percepatan transisi energi.