Imbas Virus Korona, Bea Cukai Temukan Impor dari China Merosot Tajam
JAKARTA, iNews.id - Penyebaran virus korona berdampak ke berbagai lini perekonomian nasional. Salah satu yang terkena dampaknya adalah aktivitas impor Indonesia yang komoditasnya berasal dari China.
Data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan, nilai impor Indonesia dari China merosot mulai minggu terakhir Januari 2020. Bea Cukai mencatat nilai impor pada minggu terakhir Januari 2020 senilai 948 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Angka tersebut kemudian turun tajam hingga pada minggu keempat Februari 2020. Bea Cukai mencatat nilai impor hanya senilai 463 juta dolar AS.
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Syarif Hidayat menyatakan, penurunan impor barang dari China lebih tajam dibanding negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, AS, dan Singapura.
Bea Cukai Kualanamu Amankan Paket Ganja dari Inggris, Pemilik Mengaku untuk Bumbu Masak
"Terjadi penurunan saat Imlek, harusnya dua minggu setelahnya bisa rebound, tapi sampai hari ini masih terjadi penurunan," kata Syarif di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Data dari pihak Bea Cukai juga menunjukkan, total impor berdasarkan jenis barang seperti komputer, mesin, barang semi-manufaktur, telepon, hingga tekstil juga mengalami penurunan.
Impor komoditas komputer asal China tercatat senilai 16,7 juta dolar AS hingga akhir Februari 2020. Angka tersebut turun dibanding akhir Januari 2020 yang senilai 34,1 juta dolar AS.
Impor mesin asal China tercatat senilai 139,7 juta dolar AS pada minggu terakhir Februari 2020. Angka tersebut juga menurun dibanding akhir Januari 2020 yang senilai 164,9 juta dolar AS.
Penurunan impor lainnya juga terjadi di komoditas semi-manufaktur yang tercatat senilai 39,3 juta dolar AS pada akhir Februari 2020, atau turun dibanding akhir Januari 2020 yang sebesar 57,4 juta dolar AS. Lalu ada impor tekstil dari China yang senilai 56,8 juta dolar AS pada akhir Februari 2020, atau turun dibanding akhir Januari 2020 yang mencapai 136,1 juta dolar AS.
Terakhir, untuk impor telepon dari China tercatat menurun tipis dari akhir Januari 2020 yang senilai 97,3 juta dolar AS menjadi 92 juta dolar AS pada akhir Februari 2020.
"Jadi kita bisa melihat dampak (virus) korona sudah mulai kelihatan," ucap Syarif.
Editor: Ranto Rajagukguk