Indef: Impor Daging Kerbau Tak Efektif Turunkan Harga
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor daging kerbau sebanyak 100.000 ton. Impor ini sebagai upaya untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok, khsusunya daging sapi menjelang Idul Fitri 2018.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, impor ini tidak akan efektif menurunkan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp80.000 per kilogram seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Faktanya secara nasional harga daging sapi masih berada di kisaran Rp117.000 per kilogram. Artinya kebijakan impor daging kerbau belum efektif untuk turunkan harga daging secara umum," kata Bhima kepada iNews.id, Minggu (18/3/2018).
Ia melanjutkan, penyebab utamanya adalah karena selera masyarakat lokal lebih suka mengonsumsi daging sapi ketimbang kerbau. Menurut pengalamannya, daging kerbau impor lebih keras teksturnya dan agak berbau dibanding daging sapi.
"Susah juga masyarakat dipaksa makan daging kerbau. Tidak bisa mengubah selera dalam waktu instan. Jalan pintas ini juga tidak selesaikan masalah intinya," ucapnya.